Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kesehatan

Tanpa Demam, Ini Gejala Awal Terpapar Omicron

Setelah terpapar ketiga varian itu, mulanya pasien akan mengalami demam. Hal itu tidak dirasakan oleh pasien Omicron.

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Justin TALLIS / AFP
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19. 

TRIBUN-BALI.COM - Kasus Omicron di Indonesia terus menanjak naik.

Berikut gejala awal varian Covid-19 baru, yang gampang menular itu.

Diketahui berbeda dengan gejala awal varian Delta yang lebih mematikan.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan, kebanyakan pasien varian Omicron yang dirawat di tempat ia bertugas, RS Persahabatan, menunjukkan gejala batuk dan nyeri tenggorokan.

Baca juga: Singapura Nyatakan Omicron Jelang Tahun Baru Imlek Sebagai Gelombang Ke-7 Covid 

Gejala awal varian Omicron berbeda dengan varian Alpha, Beta, dan Delta.

Setelah terpapar ketiga varian itu, mulanya pasien akan mengalami demam. Hal itu tidak dirasakan oleh pasien Omicron.

"Berbeda dengan Alpha, Beta, Delta, biasanya entry point-nya 90 persen demam. Di rumah sakit kami, demam hanya 18 sampai 20 persen untuk pasien Omicron," kata Erlina. 

"Kemudian, juga tidak ada sesak, tidak ada yang butuh oksigen. Artinya, tidak ada kerusakan pada paru-paru," ungkap dia.

Erlina menjelaskan, hal itu terjadi lantaran terjadi relokasi tempat perkembangbiakan virus SARS-Cov-2 yang telah bermutasi pada varian Omicron di saluran napas atas. 

"Jadi, enggak sampai ke bawah. Kalau sampai, sedikit saja (kasusnya), enggak sampai 20 persen. Itu mengapa gejalanya hanya ringan-ringan saja.

Gejala yang khas batuk, nyeri tenggorokan, atau tenggorokan gatal," ujarnya.

 Sehingga, Erlina berpesan, jika masyarakat merasakan gatal dan nyeri tenggorokan juga batuk, segera memeriksakan diri. 

Gejala sedang hingga berat 

"Itu kondisi saat ini yang kita curigai sebagai Omicron. Enggak sampai demam, jadi jangan menunggu demam.

Apalagi, kalau ada riwayat (kontak) dengan (pasien) Omicron, segera periksakan diri," imbuh dia.

Baca juga: Waspada Omicron di Bali, Made Rentin: Jangan Khawatir Secara Berlebihan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved