Berita Klungkung

Banjir Bandang Rusak Terumbu Karang di Nusa Penida, Pemulihan Butuh Waktu Mencapai Puluhan Tahun

Banjir bandang yang menerjang Nusa Penida beberapa waktu lalu merusak terumbu karang.

Istimewa
Upaya rehabilitasi trumbu karang di Nusa Penida belum lama ini - Banjir Bandang Rusak Terumbu Karang di Nusa Penida, Pemulihan Butuh Waktu Mencapai Puluhan Tahun 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Banjir bandang yang menerjang Nusa Penida beberapa waktu lalu merusak terumbu karang.

Berbagai material seperti lumpur, hingga pepohonan terbawa arus hingga ke wilayah pesisir.

Ketua Kelompok Nuansa Pulau Bidang Konservasi Terumbu Karang, I Komang Karyawan menjelaskan, kerusakan terumbu karang akibat dari terjang banjir bandang terjadi di perairan Crystal Bay di Desa Sakti dan pesisir Toya Pakeh.

Dari hasil pengecekan, terumbu karang yang rusak akibat banjir bandang di pesisir Crystal Bay seluas sekitar 50 are.

Baca juga: Terumbu Karang di Crystal Bay dan Toya Pakeh Klungkung Rusak Akibat Diterjang Banjir Bandang

Sementara di Toya Pakeh luasan yang rusak mencapai 10 are.

“Kerusakan terumbu karang di Crystal Bay dan Toya Pakeh ini karena faktor alam. Kerusakan terutama pada karang Acropora,” ungkap Karyawan, Selasa 1 Februari 2022.

Ia menjelaskan, kerusakan terumbu karang terjadi akibat banjir bandang membawa berbagai material seperti lumpur, pasir, sampah, hingga pepohonan.

Material menerjang hingga menutupi terumbu karang.

Ini membuat terumbu karang di dua wilayah itu rusak dan harus segera mendapatkan rehabilitasi.

“Sebenarnya terumbu karang tidak bisa hancur, tapi rusak karena tertutup material banjir dari daratan. Justru pemulihannya lama, mungkin puluhan tahun lagi,” jelasnya.

Upaya restorasi terhadap terumbu karang yang rusak rencananya akan dilaksanakan di Crystal Bay, bersama dengan para penyelam di Nusa Penida.

Hanya saja saat ini upaya restorasi terumbu karang itu terkendala boat.

“Kami sudah berencana melakukan rehabilitasi terumbu karang di Crystal Bay, bersama dengan para penyelam di Nusa Penida. Kami sudah siap bibit terumbu karang dan medianya. Hanya saja saat ini kami saat ini terkendala biaya untuk boat, untuk membawa bibit dan media itu sampai ke kawasan terumbu karang di Crystal Bay,” jelasnya.

Sebagai kelompok swadaya masyarakat, segala aktivitas dari kelompok Nuansa Pulau ini mengandalkan dukungan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) lain yang bergerak di bidang konservasi terumbu karang, seperti CTC (Coral Triangle Centre) dan Ocean Gardener.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved