Berita Denpasar

Kasus Covid-19 di Bali Melonjak, Satpol PP Bali Akui Bingung Sumber Penyebarannya

Tingginya angka penyebaran Covid-19 di Bali beberapa hari belakangan ini membuat Satpol PP Bali juga ikut khawatir.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Karsiani Putri
Freepik
Ilustrasi- Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR– Tingginya angka penyebaran Covid-19 di Bali beberapa hari belakangan ini membuat Satpol PP Bali juga ikut khawatir.

Pasalnya, berbagai langkah sudah dilakukan Satpol PP Provinsi Bali untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Salah satunya dengan menggencarkan edukasi, pengawasan, sampai melakukan penertiban protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Bali Jumat 4 Februari 2022: 1.789 Kasus Positif, Tertinggi di Kota Denpasar

Baca juga: Dalam Waktu Dekat Akan Ada Tiga Penerbangan Terjadwal Komersil Internasional ke Bali 

Baca juga: Dugaan Korupsi DID Kabupaten Tabanan, KPK Panggil Belasan Saksi Termasuk Ajudan Bupati

Namun, Satpol PP Bali mengakui langkah-langkah yang dilakukannya tersebut masih belum bisa membendung lonjakan kasus positif yang kembali terjadi.

Untuk itu, Satpol PP kini menyusuri sumber tambahan kasus tersebut dengan tetap mengingatkan prokes ketat dan tidak euforia berlebihan saat kasus menurun.

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi menegaskan klaster penyebaran Covid-19 bisa saja terjadi di berbagai tempat.

Sebab semua itu tergantung kekonsistenan masyarakat untuk tetap taat prokes.

Salah satu klaster saat ini diduga dari sekolah yang melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) namun, telah dialihkan daring kembali.

"Sekarang sekolah-sekolah sudah tidak ada PTM lagi, sementara belajar daring sampai situasi kembali membaik. Sebab sebelumnya PTM dan terjadi klaster sekolah, namun klaster dimana saja bisa terjadi," terangnya, Jumat, 4 Februari 2022.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Bali Jumat 4 Februari 2022: 1.789 Kasus Positif, Tertinggi di Kota Denpasar

Baca juga: Dalam Waktu Dekat Akan Ada Tiga Penerbangan Terjadwal Komersil Internasional ke Bali 

Baca juga: Dugaan Korupsi DID Kabupaten Tabanan, KPK Panggil Belasan Saksi Termasuk Ajudan Bupati

Dewa Dharmadi pun mengakui pihaknya bingung dari mana sumber yang paling banyak timbulnya kasus positif.

Sebab setiap saat anggotanya telah menekankan masyarakat termasuk ke sekolah-sekolah supaya jangan abai dengan prokes.

"Kami keliling awasi fasilitas umum, lapangan Renon agar tidak terjadi kerumuman habis olahraga. Namun kasus meningkat terus, jadi bingung dari mana sumbernya. Edukasi dan pengawasan semua  kami tingkatkan terus hingga pengawasan tetap dilakukan. Hasilnya kasus positif meningkat juga, ini  kadang yang bikin jengkel," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dewa Dharmadi menekankan agar masyarakat jangan euforia ketika kasus melandai.

Jangan menganggap seolah-olah Covid-19 sudah hilang atau tidak ada, begitu juga saat olahraga prokes tetap dijalankan.

"Ketika olahraga di tempat umum tetap jaga jarak, pakai masker, ini untuk meminimalisir penyebaran," imbuhnya.

Disinggung selain sekolah yang melangsungkan pembelajaran daring kembali, apakah lapangan akan juga akan ditutup kembali.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Bali Jumat 4 Februari 2022: 1.789 Kasus Positif, Tertinggi di Kota Denpasar

Baca juga: Dalam Waktu Dekat Akan Ada Tiga Penerbangan Terjadwal Komersil Internasional ke Bali 

Dewa Dharmadi mengaku pihaknya hanya menunggu instruksi atasan saja, sejauh ini disebutkan belum ada penutupan lapangan untuk berolahraga.

"Penutupan lapangan belum ada petunjuk, tapi tidak tahu setelah ada evaluasi  nanti. Kalau olahraga saja saya kira tidak masalah, namun yang riskan kan aktifitas setelah olahraga seperti nongkrong, ini potensi penyebarannya," tandas Dewa Dharmadi. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved