Berita Buleleng
Dua Tempat Isoter di Buleleng Overload, Satgas Gunakan Kembali Asrama SMA Bali Mandara
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, isoter di Asrama Undiksha dengan kapasitas 86 tempat tidur, sudah penuh sejak empat
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng kembali menambah tempat isolasi terpusat (isoter).
Kali ini yang digunakan ialah asrama siswa SMA Bali Mandara.
Penambahan tempat isoter ini dilakukan mengingat dua isoter yang sudah disediakan sebelumnya, yakni asrama Undikhsa Desa Jinengdalem, dan Rusun Prajurit Kompi Senapan C Infanteri Raider 900/SBW penuh.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, isoter di Asrama Undiksha dengan kapasitas 86 tempat tidur, sudah penuh sejak empat hari yang lalu.
Baca juga: Pemkab Buleleng Ingin Bangun Jogging Track Lovina-Banyuasri, Anggarkan Rp50 Miliar
Sedangkan Kompi C dengan kapasitas 252 tempat tidur, sudah penuh sejak pagi tadi.
Atas kondisi ini, pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Kepala SMA Bali Mandara untuk menggunakan kembali asrama siswanya sebagai tempat isoter.
Mengingat seluruh siswa saat ini belajar secara daring.
Setelah mendapatkan persetujuan, pihaknya pun langsung melakukan pengecekan dan pembersihan di asrama siswa SMA Bali Mandara.
Dengan demikian, beberapa pasien OTG-GR yang sebelumnya ngantre di kecamatan-kecamatan, mulai Minggu sore sudah dapat dikirim ke asrama SMA Bali Mandara.
Dimana, kapasitas yang dimiliki di asrama SMA Bali Mandara sebanyak 184 tempat tidur.
"Yang ngantre di kecamatan-kecamatan ada beberapa, saya tidak tahu pasti angkanya berapa. Sore ini mereka sudah bisa dikirim ke SMA Bali Mandara.
Sementara asrama SMKnya belum bisa digunakan, karena masih ada siswa yang ujian keterampilan," jelasnya.
Melihat kasus terkonfirmasi saat ini melonjak, Ariadi menyebut, tidak menutup kemungkinan isoter yang ada di SMA Bali Mandara juga akan penuh.
Pihaknya pun saat ini sedang melakukan penjajagan terhadap asrama yang dimiliki oleh Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja.
Baca juga: Pawai Ogoh-Ogoh Ditiadakan, Ogoh-Ogoh Desa Adat Jinengdalem Buleleng Sudah 60 Persen
Serta pihaknya juga akan menggelar rapat dengan camat dan perbekel untuk membuka isoter di desa-desa, sebagai bentuk antisipasi terjadinya overload di tiga isoter yang disediakan oleh kabupaten. (*)
Artikel lainnya di Berita Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bpbd-buleleng-saat-melakukan-pembersihan-di-asrama-siswa-sma-bali-mandara-minggu.jpg)