Breaking News:

Berita Tabanan

Fasilitas Umum Mulai Ditutup, Lapangan Dangin Carik dan Taman Bermain di Tabanan Dipasangi Pembatas

Lapangan yang menjadi ikon kabupaten Tabanan ini telah ditutup sementara sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Satpol PP Tabanan
Tim Yustisi Kabupaten Tabanan saat melakukan penutupan fasilitas umum di Kabupaten Tabanan, Kamis 10 Februari 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Tim Yustisi Kabupaten Tabanan dalam hal ini Satpol PP mulai melakukan penutupan fasilitas publik seperti lapangan, Kamis 10 Pebruari 2022.

Penutupan ditandai dengan pemasangan tali pembatas warna kuning.

Penutupan akses ke fasilitas umum ini berdasarkan dengan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat di Tabanan berbarengan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Salah satu fasilitas umum yang mulai ditutup adalah lapangan dangin carik atau lapangan Alit Saputra Tabanan.

Baca juga: Dua Bangunan Tua Milik Pemkab Tabanan Direnovasi Tahun Ini, Anggaran yang Disiapkan Rp 800 Juta

Lapangan yang menjadi ikon kabupaten Tabanan ini telah ditutup sementara sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Nantinya, fasilitas ini akan dibuka disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Nggih, kita sesuai dengan SE Bupati Tabanan. Artinya kita tindak lanjuti," ungkap Kepala Satpol PP Tabanan, I Gede Sukanada, Kamis 10 Februari 2022.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Tabanan ini melanjutkan, penutupan fasilitas publik ini dilakukan mengingat kasus Covid 18 di Tabanan meningkat kembali.

Sesuai data, Tababan tercatat pada posisi 3 penularan terbanyak.

Sehingga, poin penting dalam surat edaran yang sudah diterbitkan sejak pekan lalu ini kembali dipertegas.

"Selain penutupan sementara akses ke fasilitas umum (fasum) kita juga lakukan patroli secara rutin untuk memantau aktivitas masyarakat dan mengingatkan penerapan prokes yang ketat," jelasnya.

Selain mengingatkan prokes, kata dia, pihaknya juga melakukan tindakan kepada para pelanggar.

Tindakan yang dimaksud adalah peringatan dan peneguran. Dalam dua hari atau Rabu dan Kamis kemarin, tim yustisi setidaknya sudah menindak 7 orang dan tempat usaha yang melanggar.

"Dalam dua hari kemarin, setidaknya ada 7 orang dan juga ada usaha yang kita tegur karena prokesnya agak kendor.

Baca juga: UPDATE: Penyidik Agendakan Periksa 20 Saksi Terkait Kasus Korupsi di LPD Belumbang Tabanan

 Khusus untuk pelaku usaha terutama makanan ini kita tegaskan bahwa agar menerapkan prokes seperti kapasitas dan jaga jarak, pakai masker dan sebagainya," tegasnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved