Berita Bali
Program Sosial SOS Dirikan Desa untuk Anak-Anak Telantar di Bali
Program Sosial SOS Dirikan Desa untuk Anak-Anak Telantar di Bali, tepatnya di Desa Bantas Kabupaten Tabanan
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Program Sosial SOS Dirikan Desa untuk Anak-Anak Telantar di Bali.
Dalam mendukung hak-hak anak dan berkomitmen memberikan pengasuhan, SOS rutin menggelar donasi.
Untuk anak-anak yang kehilangan pengasuhan orangtua.
Program kerja SOS ini sudah berjalan selama 70 tahun lamanya.
Juga telah tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Bali.
Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, Dapur Umum SOS Kota Denpasar Sudah Bagikan 28.000 Nasi Bungkus
Kebutuhan utama anak-anak yang dicari, yakni pengasuhan, kesehatan, dan pendidikan.
Melalui tangan baik donatur yang tergerak hatinya.
SOS mampu menghidupi puluhan anak-anak telantar yang kurang perhatian.
Di sini lah peran orangtua sambung sebagai pendidikan pertama anak-anak dimulai.
"Kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan rumah yang penuh kasih sayang.
Kami menguatkan keluarga yang berisiko hancur berantakan dengan memberikan dukungan yang mereka butuhkan.
Untuk tumbuh kuat dan tetap bersama," terang Bora salah satu penggiat program kerja sosial SOS pada Tribun Bali, Selasa 15 Februari 2022.
Adapun desa yang dibangun SOS di Bali untuk menampung anak-anak telantar, yakni di Desa Bantas Kabupaten Tabanan.
Adapun tujuan program sosial ini, yakni membantu anak-anak telantar.
Hingga mereka siap untuk mandiri, membantu diri mereka sendiri.
Baca juga: Bantu Pemerintah, SOS Sumbangkan Makanan Bergizi Ke Masyarakat Terdampak Covid-19 di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-kegiatan-sos-untuk-anak-anak-diberikan-pengasuhan-layaknya-keluarga-sendiri.jpg)