Berita Buleleng
Belasan Dump Truck Ditemukan Mengubah Ukuran Bak, Dishub Buleleng Berikan Peringatan Tertulis
pihaknya menemukan ada belasan dump truk yang telah merubah ukuran baknya, melebihi dari standar yang ditentukan.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Belasan dump truck ditemukan mengubah ukuran baknya, melebihi dari standar yang ditetapkan.
Ini dilakukan agar dapat membawa muatan yang lebih banyak.
Tindakan ini pun berhasil diketahui oleh Dinas Perhubungan Buleleng. Para pengemudinya pun langsung diberikan peringatan tertulis.
Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP pada Kamis (17/2/2022) mengatakan, sesuai standar lebar truk harusnya hanya 2.5 meter, dan tinggi 0.7 meter.
Baca juga: Terlibat Cinta Segitia, Dua Siswa Duel di Bendungan Titab Buleleng
Sementara saat melaksanakan uji kir, pihaknya menemukan ada belasan dump truck yang telah merubah ukuran baknya, melebihi dari standar yang ditentukan.
Dimana, lebar baknya ada yang ditemukan diubah hingga menjadi 2.7 meter, serta tinggi mencapai 1.2 meter.
Dengan adanya perubahan dimensi ini, sopir truk mampu mengangkut muatan hingga mencapai 11 ton.
Atas temuan ini, pihaknya pun langsung memberikan peringatan tertulis kepada belasan sopir dump truk tersebut, serta dinyatakan gagal dalam uji kir.
Penguji memberikan tanda bertuliskan 'normalisasi', dan sopir truk diminta untuk segera menyesuaikan ukuran baknya sesuai dengan standar.
Menurut Gunawan, seluruh lembaga uji kir harus memperketat pengawasan serta pengujian.
Hal itu berdasarkan instruksi dari Kementerian Perhubungan, agar kendaraan yang melebihi dimensi tidak melintas di jalan raya.
Sebab dengan adanya kendaraan yang melebihi dimensi, dapat membahayakan pengemudi itu sendiri.
"Muatannya praktis jadi lebih berat. Kalau sudah begitu remnya pasti tidak bisa berfungsi dengan baik.
Ini bisa berpotensi memicu terjadinya kecelakaan. Kadang-kadang banyak truk yang ditemukan as bannya sampai rusak. Itu karena muatannya berlebih.
Baca juga: Peraturan yang Disyaratkan Dinilai Terlalu Berat, Desa Adat Buleleng Putuskan Tak Ada Ogoh-Ogoh
Kami sudah memberikan peringatan tertulis, dan dinyatakan gagal uji kir," ucapnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-perhubungan-buleleng-gede-gunawan-ap.jpg)