Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Info Populer

KENALI GEJALA Malaria serta Cara Mencegahnya

Penyakit malaria ditularkan melalui darah,sehingga dapat juga ditularkan melalui transplantasi organ, transfusi, dan penggunaan jarum atau alat suntik

Editor: Sabrina Tio Dora Hutajulu
PIXABAY
Penyakit malaria ditularkan melalui darah, sehingga dapat juga ditularkan melalui transplantasi organ, transfusi, dan penggunaan jarum atau alat suntik secara bersama. 

Kondisi tersebut biasanya muncul dalam waktu 10-15 hari setelah gigitan nyamuk yang infektif dan mungkin ringan, sehingga sulit dikenali sebagai malaria.

Jika tidak diobati, malaria P. falciparum dapat berkembang menjadi penyakit parah dan kematian dalam waktu 24 jam.

Baca juga: WHO Hentikan Pengujian Obat Malaria Hidroksilorokuin Untuk Covid-19

Sementara itu dalam beberapa kasus, gejala malaria mungkin tidak berkembang selama beberapa bulan.

Beberapa parasit malaria dapat masuk ke dalam tubuh tapi akan dominan untuk jangka waktu yang lama.

Gejala malaria yang umum meliputi:

  • Menggigil kedinginan yang dapat berkisar dari sedang hingga parah
  • Demam tinggi
  • Berkeringat berlebih
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Anemia
  • Nyeri otot
  • Kejang
  • Tinja berdarah

Di tahun 2020, hampir setengah dari populasi dunia berisiko terkena malaria. Beberapa kelompok penduduk mempunyai risiko yang jauh lebih tinggi untuk tertular malaria dan mengembangkan penyakit parah.

Kelompok tersebut meliputi bayi, anak-anak di awah usia 5 tahun, wanita hamil, dan penderita HIV/AIDS, serta orang-orang dengan kekebalan tubuh lemah yang pindah ke negara dengan penularan malaria yang intens seperti pekerja migran, penduduk yang brpindah-pindah, dan pelancong.

Pencegahan penyakit malaria

Perluasan akses ke alat dan strategi pencegahan malaria yang direkomendasikan oleh WHO, termasuk pengendalian vektor yang efektif dan penggunaan obat antimalaria, telah berdampak besar dalam mengurangi beban global penyakit ini.

Kontrol vektor

Pengendalian vektor menjadi komponen penting dari strategi pengendalian dan eliminasi malaria dikarenakan sangat efektif dalam mencegah infeksi dan mengurangi penularan penyakit. Intervensi antara lain kelambu berinsektisida (ITNs) dan penyemprotan residu dalam ruangan (IRS).

Kemajuan dalam pengendalian malaria global terancam munculnya resistensi terhadap insektisida di antara nyamuk Anopheles.

Berdasarkan laporan malaria dunia terbaru, sebanyak 78 negara melaporkan resistensi nyamuk terhadap setidaknya 1 dari 4 kelas insektisida yang biasa digunakan pada periode 2010-2019. Sementara itu, resistensi nyamuk dilaporkan pada semua kelas insektisida utama di 29 negara.

Kemoterapi preventif

Kemoterapi preventif merupakan penggunaan obat-obatan, baik sendiri atau dalam komnbinasi, untuk mencegah infeksi malaria dan konsekuensinya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved