Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Dampak Kedelai Mahal, Perajin Tahu di Bangli Perkecil Ukuran Tahu

Salah satunya Muslika. Perajin tahu asal Banjar Umanyar, Desa Tamanbali, Bangli itu mengatakan saat ini harga kedelai import Rp. 11.500 hingga Rp. 12

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Fredey Mercury
Sejumlah pekerja saat memproduksi tahu di kediaman Muslika. Jumat (25/2) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Mahalnya harga kedelai import belakangan ini dikeluhkan para perajin tahu.

Tak sedikit para perajin yang akhirnya mengurangi pembelian bahan baku, agar tetap berproduksi.

Salah satunya Muslika. Perajin tahu asal Banjar Umanyar, Desa Tamanbali, Bangli itu mengatakan saat ini harga kedelai import Rp. 11.500 hingga Rp. 12 ribu per kilogram.

Harga tersebut terus merangkak naik sejak beberapa bulan terkahir. 

"Sebelumnya harga kedelai import Rp. 9 ribu per kilogram. Tapi harganya terus berangsur-angsur naik, hingga sekarang menyentuh Rp. 11.500 hingga Rp. 12 ribu. Kemungkinan masih akan naik lagi," ucapnya.

Baca juga: Harga Komoditi Pangan Mulai Naik Jelang Bulan Puasa Ramadan 2022, Kedelai Hingga Daging Sapi

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Permintaan Tempe di Karangasem Menurun

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Produsen Tempe di Badung Mengaku Tak Terdampak, Omzet Sebulan Rp 100 Juta

Dikatakan, untuk bahan baku kedelai import pihaknya memesan dari wilayah Klungkung.

Namun karena harganya yang kian mahal, wanita 55 tahun itu terpaksa mengurangi produksi.

"Basanya saya bisa ambil tiga karung. Kalau sekarang hanya dua karung saja. Paling lebih sedikit. Satu karung itu beratnya 100 kilogram," sebutnya.

Hal ini pula yang memaksa pihaknya mengakali potongan tahu. Sebab ia tidak berani menaikkan harga.

"Terpaksa ukurannya lebih kecil. Kalau harga jualnya ukuran besar Rp. 10 ribu per bungkus isi 14 potong. Sedangkan yang lebih kecil Rp. 5 ribu per bungkus isi 14 potong," ucapnya.

Muslika mengatakan tahu tersebut dijual ke pengecer di Pasar Kintamani. Ia berharap kepada pemerintah agar harga kedelai bisa lebih diturunkan. 

Keluhan serupa juga diungkapkan Dewa Ayu Made Sirat.

Pengusaha kecambah itu mengaku harga kedelai saat ini Rp. 18.500 per kilogram.

Padahal tahun sebelumnya masih Rp. 14 ribu hingga 15 ribu per kilogram.

Baca juga: Meski Keberatan dengan Harga Kedelai, Pemilik Usaha Tahu dan Tempe di Klungkung Ogah Mogok Kerja

Baca juga: Protes Harga Kedelai Mahal, Mulai Hari Ini Para Perajin Tahu Tempe Mogok Produksi

Baca juga: Soal Melonjaknya Harga Kedelai Impor, Perajin Tempe Tahu: Kami Sangat Prihatin

"Ini kedelainya beda dengan yang untuk dibikin tahu. Mahalnya kedelai ini karena tidak ada yang menanam," katanya saat ditemui di tempat produksi kecambah di Banjar Bebalang, Bangli.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved