Berita Bali

Sistem Bubble di Bali, TNI Siap Tindak PPLN atau Wisman Langgar Aturan

Jajaran TNI di Bali siap menindak wisatawan mancanegara atau pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang melanggar aturan sistem bubble

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Danrem 163 Wirasatya Brigjen TNI Husein Sagaf - TNI Siap Jaga Situasi Bali Tetap Kondusif Jelang Nyepi Beserta Rangkaian Prosesinya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jajaran TNI di Bali siap menindak wisatawan mancanegara atau pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang melanggar aturan sistem bubble.

Sebagaimana disampaikan Komandan Korem 163/Wirasatya, Brigjen TNI Husein Sagaf yang belum lama ini dijumpai Tribun Bali di Makorem setempat, Denpasar, Bali.

"Untuk wisatawan asing sudah ada aturannya mereka sistem bubble jadi tidak boleh pisah dari kelompok, ke manapun mereka pergi dengan kelompoknya, tidak bertemu dengan kelompok-kelompok yang lain, kemudian sistem pengamanan diatur sedemikian rupa yang bertanggung jawab vendor atau hotel di mana tempat mereka bermalam," kata Danrem.

"Kami hanya mengawasi, tapi apabila dalam pelaksanaan itu ada pelanggaran maka TNI Polri berhak menghentikan dan melaporkan ke pusat, bahwa terjadi pelanggaran sistem bubble wisatawan," tegas dia.

Baca juga: Olahraga Bisa Kendalikan Long Covid-19 Seperti Kelahan serta Sesak Nafas

Di samping itu, dikatakan Danrem, Pemprov Bali sedang mengupayakan Bali tanpa karantina.

"Mereka sekarang dikarantina 3 hari tapi mungkin kedepan Gubernur Bali menyarankan tanpa karantina, beberapa pakar juga menyampaikan tidak ada perbedaan wisatawan dari Kalimantan negatif ke Bali dengan dari luar negeri ke Bali," tuturnya.

Danrem berharap usulan itu dapat dikabulkan pemerintah pusat dan Bali tanpa karantina untuk mendorong pemulihan ekonomi Bali.

"Mudah mudahan tanpa karantina bisa disetujui tapi dengan syaratnya, asuransi, PCR negatif di negara asal, san di sini PCR lagi negatif, tujuan ini untuk mempermudah Bali ekonominya cepat pulih," bebernya

Danrem juga menyampaikan angka kasus Covid-19 di Bali mulai terkendali setelah sempat terjadi lonjakan.

"Covid -19 astungkara mulai terkendali karena kita tahu Omicron ada masa inkubasi, kalau Delta diprediksi 98 hari. Kalau Omicron sekitar 40-56 hari. Peran TNI sangat banyak kita membantu pemda mengawasi, mendisiplinkan masyarakat, sosialisasi, edukasi, pembagian masker, vaksinasi terus dilaksanakan," papar dia.

Diberitakan Tribun Bali, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Mekanisme Travel Bubble di Bali dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid -19).

“Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 23 Februari 2022 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian,” ditegaskan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Suharyanto dalam SE yang ditandatanganinya pada tanggal 23 Februari tersebut.

Disebutkan dalam latar belakang peraturan ini bahwa dalam rangka menindaklanjuti dinamika situasi persebaran virus SARS-CoV-2 serta upaya pemulihan ekonomi nasional, akan dilakukan pembukaan kembali kegiatan masyarakat yang produktif dan aman Covid-19.

“Pembukaan kembali kegiatan masyarakat akan dilaksanakan melalui mekanisme sistem bubble di Bali, maka diperlukan adanya mekanisme pengendalian sistem bubble untuk mengantisipasi penyebaran virus SARS-CoV-2,” ujar Ketua Satgas.

Maksud diterbitkannya SE ini adalah untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) terhadap mekanisme sistem bubble di Bali.

Baca juga: Begini Ketentuan Protokol Kesehatan Sistem Bubble di Bali dari Satgas Covid-19

Adapun tujuannya adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi mekanisme sistem bubble di Bali dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19.

Sedangkan ruang lingkupnya adalah protokol kesehatan terhadap kegiatan dengan mekanisme sistem bubble di Bali dalam masa pandemi Covid -19.

Adapun kegiatan yang terlingkup dalam SE ini adalah kegiatan yang dikelola secara terorganisir oleh penyelenggara atau pengelola serta menerapkan sistem bubble dalam pelaksanaannya. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved