Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Agresi Rusia ke Ukraina

VIDEO Detik-detik Helikopter Rusia Hancur Dihantam Rudal Ukraina, Rontok Berkeping-keping

Alih-alih mendapat kemajuan signifikan, sejumlah alutsista Rusia rontok dihajar pertahanan Ukraina.

Editor: Bambang Wiyono
AFP/MAXIM GUCHEK
Ilustrasi: Helikopter Mi-24. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ambisi militer Rusia untuk segera menguasai Ukraina tak gampang diwujudkan.

Perlawanan militer Ukraina masih mampu merontokkan serangan Rusia.

Pun saat militer Rusai ingin memasuki Kota Kyiv, masih tertahan.

Baca juga: PROFIL Marsda Eris Widodo, Komandan Kopasgat yang Anak Buahnya Sukses Evakuasi WNI dari Ukraina

Alih-alih mendapat kemajuan signifikan, sejumlah alutsista Rusia rontok dihajar pertahanan Ukraina.

Terbaru, militer Ukraina pada Sabtu (4/3/2022) merilis sebuah video yang diklaim menunjukkan helikopter tempur Rusia ditembak jatuh.

Dalam video tersebut menunjukkan helikopter dihantam oleh satu rudal yang diduga merupakan Manpads atau rudal panggul anti serangan udara IGLA.

Baca juga: KEHEBATAN Kopasgat AU yang Sukses Evakuasi 83 WNI dari Ukraina, Kemampuan Khusus Pendaratan Pesawat

Helikopter tersebut langsung terbakar dan jatuh.

Belum diketahui detail tentang kejadian tersebut, tapi diduga helikopter itu merupakan jenis heli serang KA-52 atau Mi-24 Rusia.

Helikopter-helikopter serang yang terbang rendah memang rentan disengat rudal panggul.

Kehilangan jenderal

Beberapa hari yang lalu, komandan jenderal Divisi Lintas Udara ke-7 Rusia, Mayor Jenderal Andrei Sukhovitsky, juga tewas dalam pertempuran di Ukraina.

Sebuah organisasi perwira lokal mengkonfirmasi kematiannya di wilayah Krasnodar di Rusia selatan, sementara keadaan kematiannya tidak segera jelas.

Melansir Globe World News, Sabtu (5/3), Sukhovitsky, pada usia 47 tahun, memulai dinas militernya sebagai komandan peleton setelah lulus dari Akademi Militer dan terus naik untuk mengambil posisi kepemimpinan penting, dan berpartisipasi dalam kampanye militer Rusia di Suriah, dan juga wakil komandan Campuran ke-41 Angkatan Darat.

Baca juga: WNI yang Dievakuasi dari Ukraina Mayoritas Asal Bali yang Bekerja Sebagai Terapis

Sebuah sumber militer mengatakan bahwa Mayor Jenderal Sokhovsky terbunuh oleh peluru penembak jitu militer Ukraina.

Surat kabar Rusia Pravda, yang juga melaporkan kematiannya, menjelaskan bahwa Sukhovetsky lulus dari Sekolah Lintas Udara Tinggi Ryazan pada tahun 1995, setelah memulai sebagai komandan peleton sebelum naik ke jabatan kepala staf unit serangan udara Pengawal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved