Berita Denpasar

Kasus Aktif Covid-19 di Kota Denpasar Hanya Tersisa Kurang Dari 1 Persen

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 51.200 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Pemkot Denpasar
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai - Kasus Aktif Covid-19 di Kota Denpasar Hanya Tersisa 0,9 Persen 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kota Denpasar kembali mencatatkan nihil kasus meninggal dunia akibat Covid-19.

Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Sabtu 12 Maret 2022, diketahui kasus meninggal dunia nihil dan kasus sembuh bertambah 52 orang.

Sementara itu kasus positif Covid-19 bertambah 44 orang.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 51.200 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 49.643 orang  (96,95 persen), meninggal dunia sebanyak 1.088 orang (2,13 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 469 orang (0,92 persen).

Baca juga: Dewan Nilai Pembangunan TPS3R dan TPST di Denpasar Hanya Memindahkan Masalah Saja

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan Covid-19 di Kota Denpasar terus mengalami penurunan tetapi angkanya masih tinggi yakni masih 2 digit.

Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

"Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," kata Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini.

Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 3 Jawa-Bali.

Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat

Jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. 

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Baca juga: Dianggap Melanggar Perda, Satpol PP Denpasar Tertibkan Dagang Pinggir Jalan yang Merusak Wajah Kota

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas.

Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster. (*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved