Berita Buleleng
Pemprov Akan Bangun Tower Jaringan Televisi di Pegayaman Buleleng, Didesain Seperti Menara Eiffel
Janji Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun tower jaringan televisi di Buleleng akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Janji Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun tower jaringan televisi di Buleleng akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Gubernur Bali Wayan Koster mengaku akan segera membangun tower ersebut secara multi years, pada 2022 atau Mei mendatang, hingga 2023.
Ditemui saat menghadari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Bali 2022 di Buleleng pada Sabtu 12 Maret 2022 kemarin, Koster menyebut, sejak masa kampaye dirinya memang sempat berjanji akan membangun sejumlah infrastruktur di Buleleng.
Di antaranya jalan baru Singaraja-Mengwitani, serta pembangunan tower jaringan televisi.
Baca juga: Warga Ngaku Tak Lihat Bentrok, Polisi Sulit Cari Saksi Kasus Perkelahian Dua Keluarga di Buleleng
Untuk pembangunam jalan baru Singaraja Mengwitani, kata Koster saat ini telah memasuki pembangunan titik 7a, 7b, 7c dan titik 8. Setelah selesai, maka pembangunan akan dilanjutkan pada titik 7d, 7e dan titik 9 dan 10. Di mana titik 7d, hingga titik 10 itu ditargetkan rampung hingga 2023.
"Rencananya akan dilanjutkan lagi pada 2024 di titik 11-12 di wilayah Bangkiang Sidem, Desa Ambengan, karena wilayah itu berada di kemiringan yang rawan longsor."
"Kementerian PUPR sudah setuju. Nanti pembebasan lahannya dilakulan oleh Pemprov Bali. Kalau semua titik sudah selesai, waktu tempuh dari Buleleng ke Denpasar tidak lagi dua jam. Mungkin hanya 1.5 jam saja," ucapnya.
Saat masa kampanye, Koster juga mengakui sempat berjanji akan membangun tower jaringan televisi di Buleleng. Janjinya itu pun kata Koster, akan segera ia penuhi.
Tower tersebut akan dibangun pada Mei mendatang. Tidak hanya untuk jaringan televisi, melainkan juga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata, seperti Menara Eiffel dan Tokyo Tower.
Tower tersebut ungkap pejabat asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini akan dibangun hingga setinggi 115 meter, di wilayah Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada.
Tower itu didesain oleh putra asal Bali, dan dibangun dengan menggunakan material yang tahan dari berbagai bencana seperti gempa hingga angin kencang. Bahkan dapat tetap berdiri kokoh hingga 500 tahun.
Saat ini pihaknya masih melakukan proses tender, dengan anggaran mencapai Rp 350 Miliar. Proses tender, kata Koster ditargetkam rampung pada April mendatang. Sehingga tower tersebut dapat mulai dibangun pada Mei mendatang.
Baca juga: Aniaya Ayah Hingga Tewas di Buleleng, Iskak Dendam Karena Sang Ayah Tidak Mampu Menyekolahkan
"Kami akan bangun tower jaringan penyiaran supaya televisi di Buleleng ini tidak lagi blank spot. Saat ini sedang masuk proses tender. Tower yang dibangun nanti multi fungsi. Tidak untuk kepentingan penyiaran saja."
"Tapi bisa jadi destinasi wisata dan pusat perekonomian karena tower yang dibangun seperti menara eiffel dan tokyo tower. Nanti akan dibangun fi wilayah Pegayaman atas," katanya.
Koster menyebut, tower yang ada di berbagai negara mampu menghasilkan pendapatan yang cukup tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-bali-wayan-koster-saat-menyampaikan-rencana-pembangunan-menara.jpg)