Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Serang Warga Sipil Ukraina dengan Meledakkan Gedung Teater Tempat Ratusan Penduduk Berlindung

Tentara Rusia dilaporkan telah menyerang warga sipil Ukraina yang tengah mengungsi.

AFP PHOTO / Satellite image ©2022 Maxar Technologies
Gambar satelit menunjukkan pemandangan Teater Drama Mariupol lebih dekat sebelum pengeboman, saat kata "anak-anak" dalam bahasa Rusia ditulis dalam huruf putih besar di trotoar di depan dan di belakang gedung, di Mariupol, Ukraina, 14 Maret 2022 

Sedangkan, Kementerian Pertahanan Rusia membantah tuduhan tersebut, mereka beralasan bahwa tidak ada pasukannya di Chernihiv, dan kekejaman itu dilakukan oleh pasukan Ukraina atau hanya tipuan oleh intelijen Ukraina.

Kemudian pada hari Rabu di kota yang sama di Ukraina utara, lima orang, termasuk tiga anak-anak, tewas ketika pasukan Rusia menembaki sebuah bangunan tempat tinggal, kata pejabat darurat.

Penjahat Perang

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai “penjahat perang” karena tindakan-tindakan militer Rusia selama invasi ke Ukraina.

Hal tersebut disampaikan Biden di Washington, Rabu 16 Maret 2022.

Ucapan Biden tersebut menandakan semakin kerasnya sikap Gedung Putih terhadap rezim Vladimir Putin.

Sebelumnya, Gedung Putih cenderung enggan menyebut Putin “penjahat perang”.

Alasannya, istilah itu menurut mereka adalah istilah hukum yang membutuhkan penelitian.

Baca juga: Rusia dan Ukraina Mulai Temui Titik Terang Menuju Perundingan Perdamaian

Tetapi, Biden merujuk serangan-serangan Rusia ke fasilitas publik seperti rumah sakit untuk menegaskan perkataannya mengenai kejahatan perang.

Biden menyebut Rusia membombardir rumah sakit dan menyandera dokter.

“Dia (Vladimir Putin) adalah seorang penjahat perang,” kata Biden saat diwawancara wartawan, Rabu 16 Maret 2022 dikutip Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com pada Kamis 17 Maret 2022 dalam artikel berjudul Rusia Ledakkan Gedung Teater di Ukraina Tempat 1.200 Warga Sipil Berlindung.

Pernyataan Biden tersebut diucapkan sehari setelah resolusi Senat AS dan pada hari yang sama dengan janji Washington meningkatkan bantuan ke Ukraina.

Sebelumnya, Selasa (15/3), Senat AS dilaporkan menyepakati resolusi tentang penyelidikan kejahatan perang rezim Vladimir Putin di Ukraina.

(*)

  • Berita Terkait :#Konflik Rusia vs Ukraina
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved