Berita Jembrana

400 KK Jadi Korban Banjir di Pengambengan, BPBD Jembrana Gunakan 3 Mesin Diesel

Sebanyak 400 KK di Banjar Munduk dan Ketapang, Desa Pengambengan Kecamatan Negara, Bali menjadi korban banjir.

Istimewa
Penyedotan banjir di desa Pengambengan oleh BPBD Jembrana, Selasa 22 Maret 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sebanyak 400 KK di Banjar Munduk dan Ketapang, Desa Pengambengan Kecamatan Negara, Bali menjadi korban banjir.

Banjir merendam dua banjar itu lantaran intensitas hujan tinggi sejak dua hari lalu.

Ditambah resapan air di dua banjar itu tidak ada, sehingga air menggenangi rumah warga. 

Atas hal ini, pihak BPBD Jembrana pun melakukan penyedotan air agar warga dapat beraktivitas kembali.

Penyedotan dikakukan pada pagi tadi Selasa 22 Maret 2022.

Baca juga: Kisah Tut Jepun Sukses Bisnis Kuliner di Jembrana, Putus Sekolah dan Gagal Jadi Perbekel

Saat siang, warga pun sudah mulai untuk membersihkan rumah-rumah yang airnya mulai surut.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan pihaknya menyedot genangan air dengan menggunakan 3 unit mesin sedot air yakni satu unit mesin diesel dan 2 unit mesin milik BPBD.

Penyedotan dilakukan dengan membuang air ke selokan sehingga air di halaman rumah warga berkurang dan segera mengalir ke laut.

“Kami berharap masyarakat waspada pasca banjir dan selalu mengecek saluran air. Sehingga ketika hujan saluran air menjadi lancar,” ucapnya.

Warga Banjar Munduk, Emil Charis mengaku, bahwa air cukup tinggi menggenangi rumah warga.

Bahkan, dengan adanya gorong-gorong yang ada belum maksimal.

Got-got yang ada seharusnya berfungsi maksimal dan dipermanenkan.

Agar jalur arus air benar-benar berfungsi, tidak seperti saat ini yang tidak dapat langsung mengalirkan air. Malah harus disedot terlebih dahulu dengan alat.

"Semoga banjir ini tidak terus berkelanjutan. Upaya ini agar tak terulang lagi dari tahun ke tahun, predikat banjir tiap hujan bisa tertangani dengan lebih optimal lagi," jelasnya.

Baca juga: Harga Ayam Broiler di Jembrana Turun Jadi Rp 18.500 Per Ekor, Ayam Kampung Rp 35 Ribu

Sementara Perbekel Desa Pengambengan Kamruzzaman mengatakan, curah hujan yang cukup deras sehingga warga ketika sore menjelang malam, air masuk ke rumah warga di Dusun Munduk, Desa Pengambengan.

Akibat sempat tersumbatnya drainase, 400 KK total terendam banjir kurang lebih 50 cm hingga 70 centimeter.

"Meluapnya air sawah yang ada Banjar Munduk mengakibatkan rumah warga, tempat ibadah Pura Segara dan juga sekolah terendam banjir, antisipasi dengan meminjam Pego (alat berat) untuk menyurutkan air dan tidak tersumbat lagi. Upaya ini bisa mengantisipasi banjir tersebut," tambahnya. (*)

Berita lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved