Berita Badung

Ciptakan Peluang Pasar, Pemkab Badung Akan Kembangkan Pisang Barangan Jumbo di Pelaga Petang

Ditengah pandemi Covid-19 ini, pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan setempat melirik peluang pasar dari pertanian.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Karsiani Putri
I Komang Agus Aryanta
Kadis Pertanian dan Pangan I Wayan Wijana (kanan) saat mensosialisasikan rencana pengembangan pisang Bajo di Subak Abian Mekar Sari dan Semanik Sari Desa Pelaga. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ditengah pandemi Covid-19 ini, pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan setempat melirik peluang pasar dari pertanian.

Salah satu peluang pasar yang dimaksud yakni dengan mengembangkan pisang Barangan Jumbo (Bajo).

Sesuai rencana awal pisang Bajo itu rencananya akan dikembangkan di wilayah Pelaga Petang yakni di Subak Abian Mekar Sari dan Semanik Sari Desa Pelaga.

Bahkan dalam merealisasikan hal itu Dinas Pertanian dan Pangan bekerjasama dengan Kementrian Pertanian.

Baca juga: Selesaikan Masalah Polemik Pungutan Parkir Dengan Denpasar, Dishub Badung Turun ke Lokasi

Baca juga: Rincian Harga Kebutuhan Pokok Nasional Jelang Ramadhan

Baca juga: Deretan Konglomerat Pemilik Perusahaan Minyak Goreng yang Masuk Daftar 10 Orang Terkaya RI

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana yang dikonfirmasi Jumat, 25 Maret 2022 mengaku pengembangan pisang Bajo dilakukan guna ikut mengisi peluang pasar buah pisang di Bali yang masih terbuka lebar.

Selain itu juga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami sudah sosialisasikan pengembangan pisang ini bersama Ditjen Buah dan Hortikultura Kementan RI akan mengembangkan tanaman pisang varietas baru yakni pisang Bajo," katanya.

Pihaknya mengaku sosialisasi dan verifikasi calon petani di Subak Abian Merta Sari dan Semanik Sari Desa Pelaga Kecamatan Petang, Rabu, 23 Maret 2022 lalu. 

Pengembangan pisang sangat penting mengingat saat ini kata Wijana pisang Bajo sudah banyak dikembangkan petani di luar Bali dan digandrungi konsumen karena rasanya enak dan manis.

"Jadi ini bisa kita pasarkan, apalagi di Bali banyak ada hotel yang bisa kita pasarkan ke hotel-hotel yang ada di Bali," bebernya.

Wijana mengaku, pisang merupakan salah satu komoditi yang memiliki arti penting dan istimewa bagi kehidupan masyarakat Bali.

Pasalnya pisang baik untuk konsumsi maupun untuk kepentingan ritual keagamaan tidak bisa lepas dari pisang sehingga kebutuhan pisang di Bali setiap tahun semakin meningkat.  

"Tingginya kebutuhan pisang di Bali tidak diimbangi dengan produksi pisang lokal akibatnya pisang dari luar daerah mengalir masuk ke Bali," katanya.

Mengingat potensi pasar pisang sangat besar maka pihaknya mengusulkan kegiatan pengembangan pisang itu. Bahakan dikatakan disambut baik oleh Kementan RI dengan mengalokasikan kegiatan Gerakan Nasional (Gernas) pisang di Badung seluas 20 hektar.

"Rencananya di Pelaga akan kita realisasikan seluas 20 hektar," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved