Serba Serbi

Fungsi Pura Atau Kahyangan Dalam Hindu Bali

khususnya Hindu di Bali dikenal istilah pura atau tempat suci. Sehingga pura atau kahyangan, merupakan tempat suci yang dijaga kesakralannya. 

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Gung Seri
Pura Batur 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam Hindu, khususnya Hindu di Bali dikenal istilah pura atau tempat suci. Sehingga pura atau kahyangan, merupakan tempat suci yang dijaga kesakralannya. 

Dalam berbagai sumber yang dihimpun Tribun Bali, dijelaskan bahwa fungsi pura atau kahyangan adalah untuk menghubungkan diri dengan para leluhur atau kawitan.

Serta para dewa-dewi dan bhatara-bhatari yang berstana di pura itu sendiri. 

Memohon anugerahnya, sebagai bagian dari manifestasi Tuhan Yang Maha Esa, dengan fungsi dan tugasnya masing-masing.

Seperti Dewa Tri Murti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa, sebagai dewa pencipta, pelebur, dan pemelihara.

Baca juga: Pemedek yang Tangkil ke Pura Besakih Membeludak saat Hari Libur dan Weekend

Baca juga: Sekda Adi Arnawa Hadiri Piodalan Nyatur Pura Kahyangan Jagat Dalem Solo Desa Sedang

Baca juga: Sembahyang Pagerwesi di Pura Jagatnatha, Didominasi Warga Buleleng yang Tinggal di Denpasar

Serta para leluhur menjaga pretisentana  atau keturunannya selama menjalani karma di dunia.

Selain sebagai tempat suci, dalam kegiatan upakara dan upacara yadnya. Pura juga dijadikan tempat untuk kegiatan sosial keagamaan.

Termasuk pengajaran tentang ilmu agama, pendidikan budi pekerti dan lain sebagainya.

Sehingga untuk mencapai ketenangan jiwa, lahir dan batin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved