Serba serbi
Tumpek Landep Sebentar Lagi, Hal Ini yang Perlu Dipersiapkan dalam Hindu
Wuku Sinta telah berakhir, dan saat ini umat Hindu di Bali memasuki wuku Landep. Wuku Landep dimulai pada Minggu, 3 April 2022. Dan wuku ini identik
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wuku Sinta telah berakhir, dan saat ini umat Hindu di Bali memasuki wuku Landep. Wuku Landep dimulai pada Minggu, 3 April 2022. Dan wuku ini identik dengan hari suci Tumpek Landep.
Hari ini tersebut jatuh pada Sabtu Kliwon Landep, dan diyakini sebagai hari suci Bhatara Siwa serta Sang Hyang Pasupati melakukan yoga semadi. Oleh sebab itu umat Hindu disarankan melakukan persembahyangan dan membuat sesajen.
Dalam lontar Sundarigama, disebutkan bahwa sesajen persembahan dihaturkan di sanggah. Sesajen dihaturkan dan ditujukan kepada Bhatara Siwa atau Dewa Siwa. Yang terdiri dari tumpeng putih kuning adanan. Memakai lauk ayam putih.
Baca juga: Nikmati Hidup Mewah Saat Umur Ini Bagi yang Lahir Minggu Wage Landep
Lalu ikan teri, serta terasi merah, dilengkapi sedah woh. Kemudian sesajen untuk Sang Hyang Pasupati, terdiri dari sasayut pasupati, sasayut jayeng perang, sasayut kusuma Yudha, suci, daksina, pras, ajuman, canang wangi, tadah pawitra, reresik.
Semua senjata tatkala Tumpek Landep diupacarai, seperti keris, pisau, arit, dan lain sebagainya. Bahkan di era moderen saat ini, mobil dan motor pun juga diupacarai.
Dalam lontar disebutkan, bahwa makna dari Tumpek Landep adalah mengasah ketajaman pikiran, batin, dan jasmani dari setiap insan manusia.
Tentu saja ini berkaitan dengan wuku Watugunung, wuku Sinta, dan hari raya Saraswati. Dimana saat Watugunung, kebodohan dan kesombongan dikalahkan dengan ilmu pengetahuan yang jatuh saat Saraswati. Kemudian ilmu pengetahuan itu diharapkan mengalir seperti air pada Banyupinaruh.
Baca juga: Dirayakan Setiap Saniscara Kliwon Wuku Landep, Tumpek Landep Juga Untuk Memuliakan Teknologi
Lalu pada Tumpek Landep, ilmu pengetahuan kian ditajamkan lagi dan terus diasah agar berguna dan tetap berjalan di jalan Dharma.
Selain itu, Tumpek Landep juga berkaitan dengan Soma Ribek, Sabuh Mas, hingga Pagerwesi. Dalam Alih Aksara, Alih Bahasa, dan Kajian Lontar Sundarigama, dijelaskan, bahwa kemungkinan segala hasil yang dicapai pada perayaan Soma Ribek.
Kemudian Sabuh Mas, hingga Pagerwesi itulah yang kembali dibersihkan, disucikan, kemudian diasah kembali agar tetap tajam dan kuat layaknya gunung atau wukir.
Sehingga di dalam kehidupan di dunia, manusia bisa mengukir prestasi baik di kehidupan saat ini maupun di kehidupan mendatang.
Serta sadar akan akhir dari sebuah kehidupan, kematian dan hakekat senjata itu sendiri. Ketabahan dan ilmu pengetahuan itu yang harus diasah hingga benar-benar tajam atau landep. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/upacara-tumpek-landep-di-pande-keris-urip-wesi-tapa-karya-di-gang-pacar.jpg)