Tips Kesehatan

Bahaya Apabila Langsung Tidur Setelah Sahur, Diantaranya Penumpukan Lemak Hingga Sembelit

Kebanyakan masyarakat terbiasa kembali tidur setelah makan sahur karena tidak mampu menahan kantuk. Padahal, kebiasaan ini berbahaya untuk tubuh kita

Editor: Karsiani Putri
Kompas.com
Ilustrasi- Bahaya Apabila Langsung Tidur Setelah Sahur, Diantaranya Penumpukan Lemak Hingga Sembelit 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Bahaya Apabila Langsung Tidur Setelah Sahur, Diantaranya Penumpukan Lemak Hingga Sembelit.

Kebanyakan masyarakat terbiasa kembali tidur setelah makan sahur karena tidak mampu menahan kantuk.

Padahal, kebiasaan ini berbahaya untuk tubuh kita. 

Pada saat bulan Ramadan, siklus tidur masyarakat khususnya umat Muslim tentu berbeda dengan bulan-bulan biasanya. 

Baca juga: TERBARU! Berikut Ini Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Baca juga: Presiden Zelenskyy Sebut Serangan di Stasiun Kramatorsk Sebagai Kejahatan Perang

Baca juga: HOKI! 8 Shio Diprediksi Beruntung Sabtu 9 April 2022, Shio Ayam Berbaurlah, Shio Kuda Akan Berpesta

Saat berpuasa, umat Muslim dianjurkan untuk bangun lebih awal untuk melakukan sahur.

Karena siklus tidur yang berubah, banyak masyarakat yang mengantuk dan memilih tidur setelah menyelesaikan sahur.

Bersumber dari situs Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), kebiasaan tidur setelah makan sahur dapat membahayakan kesehatan tubuh. 

Sistem pencernaan membutuhkan setidaknya 3 jam untuk mencerna mengolah makanan hingga menghasilkan sari makanan.

Fungsi tubuh akan berhenti bekerja selama tidur, kecuali jantung, otak, dan paru-paru. 

Jika langsung tidur setelah makan, makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak bisa dicerna dengan baik karena organ pencernaan berhenti bekerja. 

Pakar kesehatan sekaligus dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya Dede Nasrullah menjelaskan, beberapa dampak yang timbul akibat kebiasaan tidur setelah sahur

Bahaya langsung tidur setelah sahur

Dede menjelaskan, dampak pertama yang bisa timbul akibat kebiasaan tidur setelah sahur adalah terjadi refluks asam gastro-esophageal reflux disease atau Gerd. 

"Saat tertidur akan terjadi pelonggaran klep lambung sehingga menyebabkan asam lambung dalam perut mengalir balik ke bagian kerongkongan. Panas di dada, tenggorokan panas, mual, bersendawa, dan mulut pahit adalah gejala yang menunjukkan refluks," katanya.

"Sehingga, untuk mencegah hal tersebut kita bisa menunggu setidaknya 3 jam sehingga makanan tersebut dapat diolah secara sempurna," ujar Dede, dikutip dari situs UM Surabaya. 

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved