Berita Bali
Masyarakat Pro-Kontra Kebijakan Suntik Mati Siaran Digital, Ini Kata KPID Bali
Masyarakat Pro-Kontra Kebijakan Suntik Mati Siaran Digital, Ini Kata KPID Bali
Penulis: Ragil Armando | Editor: Harun Ar Rasyid
Di Bali sendiri menurut Gus Ludra terdapat 7 ribu Kepala Keluarga (KK) miskin penerima bantuan set top box tersebut.
"Itu (di Bali) sekitar 7000 orang," terangnya.
Sementara, rencana suntik mati televisi analog di Bali mendapat tanggapab beragam dari masyarakat.
I Gusti Ketut Agung Putra Wijaya (52) saat diwawancarai mengaku bahwa pihaknya mendukung kebijakan pemerintah tersebut.
Menurut dia, siaran TV yang dihasilkan justru semakin jernih dan enak ditonton.
Baca juga: UPDATE SUBANG: Dibombardir Tuduhan oleh Yosef, Danu Justru Lakukan Ini
Baca juga: Badung Belum Pastikan Kapan Berhenti Buang Sampah ke TPA Suwung, Giri Prasta Akui Akan Mengurangi
Baca juga: 4 ZODIAK yang Punya Gengsi Tinggi Hingga Sombong, Ada Aquarius Hingga Cancer
Bahkan, ia pun tidak mempermasalahkan adanya keharusan membeli set top box untuk menonton siaran TV digital.
"Bagus sih, siaran lebih jernih enak dipandang, nggak masalah juga harus beli, yang penting bisa nonton kan," ucapnya.
Hal berbeda diungkapkan Nyoman Widi (45), ia mengaku agak keberatan dengan kebijakan tersebut.
Lantaran, ia harus membeli set top box secara mandiri, padahal harga set top box tersebut menurutnya cukup mahal untuk dibeli.
Sedangkan, ia tidak masuk dalam katagori KK miskin yang dipersyaratkan mendapat set top box gratis.
"Ya berat lah, harganya mahal bos, apalagi dengan penghasilan saya sebagai ojol, ya gak cukup lah, apalagi saya gak masuk dalam daftar penerima alat set top box gratis, kalau dapat gratis sih gak masalah," tandasnya. (gil)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-tv-digital-dan-tv-analog.jpg)