Berita Nasional

POLISI Ungkap Modus Yang Digunakan 30 Tersangka Calo Seleksi CASN 2021, Minta Upah Hingga Rp600 Juta

Bareskrim Polri mengungkap modus yang digunakan 30 tersangka kasus calo seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CANS) pada 2021

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Satgas Anti KKN CPNS Bareskrim Polri mengungkap sindikat kejahatan dan kecurangan dalam seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021. 

TRIBUN-BALI.COMBareskrim Polri bersama Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengungkap modus yang digunakan 30 tersangka calo kasus kecurangan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CANS) pada 2021.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan jika tersangka menggunakan aplikasi remote access pada pelaksanaan seleksi dengan Computer Assisted Test (CAT).

Selain itu, terdapat modus lainnya dengan menggunakan perangkat khusus, yaitu perangkat micspy yang disembunyikan di balik baju peserta.

Lebih lanjut, dalam pengusutan kasus calon tes ASN yang dilakukan Satuan Tugas Anti-KKN CASN 2021 turut menyita sejumlah barang bukti, mulai dari berkas hingga alat elektronik.

“Barang bukti yang berhasil diamankan oleh tim Satgas Anti-KKN CASN 2021 antara lain 58 unit handphone, 43 unit laptop/PC, 9 unit flashdisk, dan 1 unit DVR,” terang Gatot di Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri, Senin 25 April 2022 dikutip Tribun-Bali.com dari situs Menpan.go.id pada Selasa 26 April 2022.

Lebih lanjut Gatot menuturkan, jika 30 tersangka tersebut telah di tangkap di 10 TKP berbeda.

Baca juga: Bareskrim Polri Tangkap 30 Tersangka Calo Seleksi CASN 2021, 9 Diantaranya PNS

Dari 30 tersangka tersebut berada di 10 titik tempat kejadian perkara (TKP) kecurangan CASN tersebut.

“Sudah dilakukan penangkapan terhadap 21 orang sipil dan 9 PNS yang terlibat dalam kecurangan tersebut, dengan jumlah TKP sebanyak 10,” ungkapnya.

Adapun sepuluh daerah tersebut berada di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Lampung.

Sindikat Calo Pasang Tarif Rp 600 Juta

Lebih lanjut, dikutip Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com pada Selasa 26 April 2022 dalam artikel berjudul Tersangka Sindikat Seleksi CASN Pasang Tarif hingga Rp 600 Juta Janji Loloskan Peserta, pelaku kasus calo tes seleksi CASN ini pun memasang tariff tak main-main.

Menurut Kabagrenops Bareskrim Polri, Kombes M Syamsu Arifin mengatakan tersangka mematok harga hingga Rp 600 juta demi meloloskan peserta.

Syamsu pun mengatakan jika uang tersebut harus dibayar jika peserta CASN ingin dibantu lolos dalam seleksi penerimaan CASN 2021.

"Rata-rata para tersangka yang sudah dilakukan penangkapan, ada motivasi penggunaan uang atau uang suap dengan rentang Rp150 juta sampai Rp600 juta sehingga para pelakunya menjalankan modusnya," kata Syamsu di Mabes Polri, Jakarta, Senin 25 April 2022.

Baca juga: CPNS dan PPPK Tahap I Tabanan Terima SK Pengangkatan, Bupati Tekankan Jangan Jadi Kaum Priyayi

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved