Berita Bali

899 Napi Se-Bali Peroleh Remisi Hari Raya Idul Fitri, Dua Langsung Bebas

Sebanyak 801 Warga Binaan Pemasyarakatan yang berstatus narapidana, penghuni lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Bali mendapat remisi.

Tribun Bali/Putu Candra
Plt Kalapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Ni Nyoman Budi Utami secara simbolis menyerahkan remisi kepada perwakilan WBP di Aula Lapas Kelas II A Kerobokan, Senin, 2 Mei 2022 - Idul Fitri, 89 WBP Lapas Perempuan Kerobokan Dapat Diskon Masa Tahanan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 801 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berstatus narapidana (napi), penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Bali mendapat remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah.

Para WBP yang mendapat remisi atau potongan masa tahanan adalah mereka yang memeluk agama Islam.

Pemberian remisi dilaksanakan secara serentak, Senin 2 Mei 2022. 

"Warga binaan kami, tahun ini yang mendapatkan remisi khusus Idul Fitri 1443 H sebanyak 899 orang."

Baca juga: 31 Napi di Rutan Gianyar Dapat Remisi Idul Fitri

"Dari angka tersebut dua orang di antaranya langsung bebas," terang Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk melalui siaran persnya. 

Lebih lanjut Jamaruli Manihuruk menjelaskan, remisi khusus Idul Fitri kali ini, diterima warga binaan paling lama dua bulan dan paling sedikit 15 hari.

Remisi khusus Idul Fitri 1443H diberikan kepada WBP yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif. 

"WBP yang mendapat remisi telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan," paparnya.

Baca juga: Sebanyak 100 Warga Binaan Lapas Singaraja Terima Remisi, 1 Usulan Ditolak

Pula pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada WBP diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Dan Kebijakan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 Tahun 2022 tentang perubahan kedua Atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

Jamaruli Manihuruk menyampaikan, remisi yang diperoleh ini merupakan bentuk penghargaan dan sekaligus hak yang diberikan oleh negara atas pencapaian warga binaan dalam berperilaku dan menerima pembinaan di lapas atau rutan.

Baca juga: Belum Genap Setahun Dipenjara, Sudama Diana Tidak Terima Remisi Nyepi

"Semoga remisi yang telah diberikan ini dapat menjadi motivasi bagi saudara-saudara untuk selalu instropeksi diri dan terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik," tutupnya. CAN 

Data remisi lapas dan rutan di Bali:
1. Lapas Kelas IIA Kerobokan = 253 orang
2. Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan = 89 orang
3. Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli = 283 orang (1 orang langsung bebas)
4. Lapas Kelas IIB Karangasem = 59 orang
5. Lapas Kelas IIB Tabanan = 32 orang (1 orang langsung bebas)
6. Lapas Kelas IIB  Singaraja =  28 orang
7. Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Karangasem = 14 orang
8. Rutan Kelas IIB Klungkung = 19 orang
9. Rutan Kelas IIB Bangli = 58 Orang
10. Rutan Kelas IIB Gianyar = 31 orang
11. Rutan Kelas IIB Negara = 33 orang

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved