Kesehatan
WADUH! Singapura Konfirmasi Kasus Hepatitis Akut Pada Bayi 10 Bulan
Saat ini, otoritas setempat tengah menyelidiki untuk melihat apakah gejala-gejala muncul, dengan cara yang mirip dengan anak-anak lain yang menderita
TRIBUN-BALI.COM - Singapura telah mengonfirmasi kasus hepatitis akut, pada bayi berusia 10 bulan di tengah wabah penyakit ini di seluruh dunia.
Saat ini, otoritas setempat tengah menyelidiki untuk melihat apakah gejala-gejala muncul, dengan cara yang mirip dengan anak-anak lain yang menderita penyakit radang hati ini.
Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, tes pada bayi menunjukkan tidak memiliki virus umum yang menyebabkan hepatitis, seperti tipe A, B, C dan E.
Adapun bayi ini telah terpapar virus corona pada bulan Desember lalu, tapi sejauh ini belum ada bukti yang menghubungkan hepatitis akut dengan Covid-19.
Baca juga: WADUH! RSUD Buleleng Kekurangan Dokter Spesialis, Direksi Sediakan Beasiswa
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 17 anak membutuhkan transplantasi hati sebagai akibat dari penyakit hepatitis akut dan satu telah meninggal.
Badan kesehatan tersebut, telah menerima laporan dari sejumlah negara, seperti Inggris, Jepang, Italia, Belgia, AS, Prancis, dan Denmark.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, telah melaporkan sekitar 190 kasus hepatitis parah yang tidak dapat dijelaskan pada anak-anak di seluruh dunia.
Baca juga: VIRAL! Bule Melalung di Tabanan Ngaku Pake Bikini Bukan Tanpa Busana
Sementara itu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah mengidentifikasi 34 kasus hepatitis baru yang dikonfirmasi pada anak-anak sejak 25 April lalu.
Dengan 10 anak telah menerima transplantasi hati, tapi tidak ada yang meninggal dunia.
Hal ini menjadikan total 145 kasus hepatitis, dengan 108 di Inggris, 17 di Skotlandia, 11 di Wales, dan sembilan di Irlandia Utara.
Sementara di Indonesia, kewaspadaan juga meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya hingga meninggal dunia.
Dalam kurun waktu yang berbeda, pada rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.
Baca juga: VIRAL! Bule Melalung di Tabanan Ngaku Pake Bikini Bukan Tanpa Busana
Ketiga pasien ini, merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
Hingga saat ini, temuan menunjukkan peningkatan kasus mendadak pada anak-anak mungkin terkait dengan virus flu biasa yang dikenal sebagai Adenovirus.
Namun, para ilmuwan tengah menyelidiki kemungkinan infeksi lain seperti Covid-19, atau pengaruh dari lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/santan-kedelai.jpg)