Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kesehatan

WADUH! Singapura Konfirmasi Kasus Hepatitis Akut Pada Bayi 10 Bulan

Saat ini, otoritas setempat tengah menyelidiki untuk melihat apakah gejala-gejala muncul, dengan cara yang mirip dengan anak-anak lain yang menderita

Tayang:
PIXABAY
Berbeda dengan santan biasanya, santan kedelai ternyata dinilai ampuh menurunkan kolesterol. Begini Cara Buatnya! 

TRIBUN-BALI.COM - Singapura telah mengonfirmasi kasus hepatitis akut, pada bayi berusia 10 bulan di tengah wabah penyakit ini di seluruh dunia.

Saat ini, otoritas setempat tengah menyelidiki untuk melihat apakah gejala-gejala muncul, dengan cara yang mirip dengan anak-anak lain yang menderita penyakit radang hati ini.

Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, tes pada bayi menunjukkan tidak memiliki virus umum yang menyebabkan hepatitis, seperti tipe A, B, C dan E.

Adapun bayi ini telah terpapar virus corona pada bulan Desember lalu, tapi sejauh ini belum ada bukti yang menghubungkan hepatitis akut dengan Covid-19.

Baca juga: WADUH! RSUD Buleleng Kekurangan Dokter Spesialis, Direksi Sediakan Beasiswa

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 17 anak membutuhkan transplantasi hati sebagai akibat dari penyakit hepatitis akut dan satu telah meninggal.

Badan kesehatan tersebut, telah menerima laporan dari sejumlah negara, seperti Inggris, Jepang, Italia, Belgia, AS, Prancis, dan Denmark.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, telah melaporkan sekitar 190 kasus hepatitis parah yang tidak dapat dijelaskan pada anak-anak di seluruh dunia.

Baca juga: VIRAL! Bule Melalung di Tabanan Ngaku Pake Bikini Bukan Tanpa Busana

Sementara itu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah mengidentifikasi 34 kasus hepatitis baru yang dikonfirmasi pada anak-anak sejak 25 April lalu.

Dengan 10 anak telah menerima transplantasi hati, tapi tidak ada yang meninggal dunia.

Hal ini menjadikan total 145 kasus hepatitis, dengan 108 di Inggris, 17 di Skotlandia, 11 di Wales, dan sembilan di Irlandia Utara.

Sementara di Indonesia, kewaspadaan juga meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya hingga meninggal dunia.

Dalam kurun waktu yang berbeda, pada rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Baca juga: VIRAL! Bule Melalung di Tabanan Ngaku Pake Bikini Bukan Tanpa Busana

Ketiga pasien ini, merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Hingga saat ini, temuan menunjukkan peningkatan kasus mendadak pada anak-anak mungkin terkait dengan virus flu biasa yang dikenal sebagai Adenovirus.

Namun, para ilmuwan tengah menyelidiki kemungkinan infeksi lain seperti Covid-19, atau pengaruh dari lingkungan.

Sebagai informasi, gejala hepatitis meliputi urine gelap, mata dan kulit menguning (jaundice), kelelahan, demam, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, tinja berwarna terang dan nyeri sendi.

Hepatitis akut adalah saat peradangan terjadi sangat cepat dan tiba-tiba.

Baca juga: WADUH! RSUD Buleleng Kekurangan Dokter Spesialis, Direksi Sediakan Beasiswa

Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan hepatitis, namun obat-obatan dapat membantu mengurangi peradangan dan gejala lainnya.

Orangtua diimbau untuk waspada terhadap gejala ini, dan segera mendatangi fasilitas kesehatan jika anak-anak mengalaminya.

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, masyarakat diminta menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk, dan menjaga kesehatan pernapasan secara keseluruhan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Singapura Konfirmasi Kasus Hepatitis Akut pada Bayi 10 Bulan".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved