Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

LOW Season Pariwisata Jadi Biang Kerok Ekonomi Bali Kontraksi

BPS Bali mencatat, kontraksi ekonomi Bali yang terjadi pada triwulan I-2022, dipengaruhi oleh pola triwulanan yang terjadi setiap triwulan I.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah wisatawan bermain surfing di Pantai Kuta, Badung, Sabtu(29/12/2018). BMKG III wilayah Denpasar mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang 1,5 meter - 3 meter di wilayah perairan Bali-NTB. 

TRIBUN-BALI.COM - Apabila dicermati berdasarkan kategori lapangan usaha, yang mengalami penurunan.

BPS Bali mencatat, kontraksi ekonomi Bali yang terjadi pada triwulan I-2022, dipengaruhi oleh pola triwulanan yang terjadi setiap triwulan I.

Aktivitas pariwisata Bali secara siklusnya, memasuki periode low season.

Kondisi yang sama terpantau pada aktivitas pertanian, yang kembali memasuki masa tanam.

Setelah berlalunya musim panen pada triwulan sebelumnya.

Baca juga: Pelonggaran PPKM dan Vaksinasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi Bali

Kemudian, dari sisi belanja pemerintah cenderung belum optimal direalisasikan pada awal tahun.

Selain pengaruh pola triwulanan, perlu diingat juga bahwa pada triwulan I-2022 sempat terjadi lonjakan penambahan kasus harian positif Covid-19.

Tepatnya pada bulan Februari 2022, yang mencapai angka tertinggi sebanyak 2.556 kasus dalam sehari.

Kondisi tersebut menyebabkan pembatasan aktivitas, melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kembali ditingkatkan.

Kendati tidak berlangsung penuh selama satu triwulan, hal tersebut kiranya berpengaruh terhadap penurunan aktivitas pada sejumlah kategori lapangan usaha di Bali pada triwulan I-2022.

Baca juga: NEGATIF, Ekonomi Bali Triwulan III Kontraksi 4,27 Persen

Kontraksi terdalam pada triwulan I-2022, tercatat pada lapangan usaha Kategori O (Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib).

Nilai tambah yang tercipta selama triwulan I-2022, mengalami penurunan yang cukup dalam dibandingkan dengan triwulan IV-2021.

Berdasarkan data realisasi belanja pemerintah, komponen belanja pegawai dan penyusutan yang merupakan penyusun nilai tambah pada kategori ini, keduanya menunjukkan penurunan secara q-to-q.

Realisasi belanja pegawai tercatat turun pada kisaran lebih dari 30 persen.

Baca juga: Pelonggaran PPKM dan Vaksinasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi Bali

Kemudian, penyusutan yang dihitung dari realisasi belanja modal juga tercatat mengalami penurunan pada kisaran persentase yang sama.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved