Berita Denpasar
Side Event Internasional Seminar Presidensi G20, Bahas Pihak Terdampak Pandemi & Digitalisasi
Side Event International Seminar Presidensi G20 Indonesia dengan tema ‘Digital Transformation For Financial Inclusion Of Women,
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Karsiani Putri
Hal tersebut juga berlaku pada sisi marketing maupun untuk system pembayaran dan pinjaman yang terkait dengan digital. Ia pun tak memungkiri kegiatan inovasi digitalisasi ini menimbulkan resiko.
“Jadi ada inovasi ada resiko. Untuk itu BI mem-ballance nya dengan kita menerapkan prinsip-prinsip perlindungan konsumen. Jadi kita ada financial protection, disitu BI membuat suatu regulaty reform. Jadi membangun suatu kerangka peraturan, kita menerbitkan peraturan Dewan Gubernur yang menjadi dasar kita untuk melakukan perlindungan konsumen. Kita melakukan upaya perlindungan konsumen ini melalui tiga hal mulai dari penguatan, kemudian pengawasan ini khususnya untuk system pembayarannya karena ini menjadi kewenangan Bank Indonesia,” tambahnya.
Dalam acara tersebut turut hadir, Komang Sukarsana selaku Owner Bali Arabica Kintamani yang menjadi narasumber untuk acara digitalisasi tersebut.
Dalam acara tersebut ia turut membahas bagaimana caranya agar produk UMKM dapat go export dan bagaimana mulanya ia mengawali UMKM Kopi Kintamaninya.
“Hari ini saya diberikan kesempatan untuk menjadi salah satu narsum, jadi ada beberapa hal yang saya bahas disini. Yakni sebagai pelaku UMKM Bali jadi bagaimana kita memasuki dunia digital sebagai solusi pemasaran dimasa Pandem. Kedua, bagaimana kita selaku UMKM itu memiliki kiat atau strategi yang kiranya mampu meenjadi UMKM yang do Global atau go export. Dan disini saya banyak juga bercerita dorongan dari Bank Indonesia, karena saya sendiri sebagai UMKM Bank Indonesia Bali,” jelas, Komang.
Di bulan April 2022 lalu, Komang sempat diundang dan pergi ke Inggris untuk mengikuti Festival Kopi London ‘London Canton Fair’.
Disana Komang mengatakan banyak mendapatkan opportunity (peluang) untuk lebih mengembangkan UMKM kopinya. Opportunity inilah yang ia sharing dengan peserta seminar.
Salah satu nya adalah bagaimana dengan mengikuti kegiatan kopi festival internasional.
Paling tidak UMKM Bali sudah mempromosikan kopi Indonesia khususnya Kintamani ke kancah Internasional.
(*)