Berita Gianyar
Pasca Lebaran, Bisnis Rumah Kos di Gianyar Kembali Bergerak, Wayan Ariana: Sudah Dua Tahun Sepi
Pasca Hari Raya Lebaran, usaha penginapan masyarakat lokal, seperti rumah kos kembali bangkit.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pasca Hari Raya Lebaran, usaha penginapan masyarakat lokal, seperti rumah kos kembali bangkit.
Hal tersebut tak terlepas, banyak masyarakat luar Bali, terutama Pulau Jawa, kembali datang ke Kabupaten Gianyar untuk mengadu nasib.
Hal inipun disambut baik oleh pengusaha rumah kos dan kontrakan.
Sebab, hampir dua tahun, tepatnya sejak 2020 hingga 2021, banyak perantau memilih pulang ke kampungnya karena kesulitan ekonomi pasca covid-19.
Namun setelah Lebaran, dan setelah mengetahui bahwa pariwisata sudah dibuka, para perantau kini banyak yang kembali mengadu nasib di Bali.
Baca juga: Gianyar Anggarkan Rp 750 Juta Untuk Interior Gedung Perak Di Celuk, Disperindag Sebut Begini
Baca juga: Edarkan Sabu dan Ekstasi di Denpasar, Pria Asal Gianyar ini Divonis 9,5 Tahun Penjara
Biasanya, biasanya mereka yang di Gianyar tinggal di rumah kosan.
"Kami sangat bersyukur saat ini kosan sudah isi. Sudah dua tahun sepi karena penghuni sebelumnya tidak kuat di Bali, karena tidak ada pekerjaan dan usahanya tidak jalan," ujar Wayan Ariana, saat ditemui di Gianyar.
Ariana mengatakan, sebelum Lebaran, dirinya dan pemilik usaha kosan sangat frustrasi. Sebab, ia sendiri sangat mengandalkan usaha kosannya.
"Tak pernah menyangka covid-19 adakan membuat ekonomi sehancur itu. Saya sampai stres, tidak ada yang kos. Biasanya full, tapi karena pandemi, dua tahun tak ada pemasukan," kenangnya.
Hal tersebut juga dikatakan, Kadek Suparta di Ubud.
Dia bersyukur saat ini perantau sudah kembali ke Bali.
"Mudah-mudahan situasi kembali normal seperti dulu. Sangat berat sekali dua tahun lalu. Penghuni kos saya pada pulang kampung. Usai Lebaran di 2021 kemarin, kami harap mereka datang ke Bali. Tapi rupanya tidak, saya bersyukur sekarang banyak yang datang lagi. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi seperti tahun kemarin," harapnya.
Pasca perantau kembali mendatangi Gianyar, para pengurus wilayah pun kembali menggencarkan sidak.
Dimana hal ini dilakukan untuk memastikan mereka telah divaksin covid-19 dan memiliki surat administrasi kependudukan yang jelas.
Tentunya hal tersebut dilakukan untuk kebaikan bersama. Baik perantau maupun masyarakat sekitar.