Berita Gianyar
Rawan Longsor, Jalur Alternatif Warga Bunteh Gianyar ke Kota Sisakan Kerawanan
Jalur alternatif Banjar Bunteh, Desa Kerta, Payangan, Gianyar, Bali yang sangat dekat untuk menuju kota ini, menyisakan kerawanan karena rawan longsor
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Banjar Bunteh, Desa Kerta, Payangan, Gianyar, Bali menjadi salah satu banjar yang lokasinya masuk ke pelosok.
Mereka baru memiliki jalur alternatif ke kota yang bisa dilalui kendaraan pada tahun 2018.
Sebelumnya warga harus melintasi jalur Banjar Marga Tengah, yang perbandingan jarak ke kota satu berbanding sepuluh.
Baca juga: Diterjang Longsor, Mobil dan Penumpang Jatuh ke Jurang Sedalam 10 Meter di Gianyar Bali
Namun, jalur alternatif yang sangat dekat untuk menuju kota ini, menyisakan kerawanan.
Sebab jalur alternatif ini berada di bawah dinding batu padas yang tinggi.
Belum lagi, batu padas yang bercampur tanah tersebut menyebabkannya rawan longsor.
Tanah menjadi semakin labil lantaran, kawasan tersebut sebagian besar berupa hutan, sehingga kerap diguyur hujan lebat.
Baca juga: Jelang G20, Polres Gianyar Lakukan Pengetatan Pengamanan Wilayah
Kelian Banjar Bunteh, I Made Murah Diana membenarkan hal tersebut.
Kata dia, kawasan jalan alternatif ini memang rawan longsor.
Longsor tidak hanya terjadi di satu titik, namun juga di titik lain.
"Di sini sangat sering longsor, karena banyak tebing tinggi, tapi beruntung tidak pernah terdapat korban jiwa," ujarnya.
Baca juga: Jelang G20, Polres Gianyar Lakukan Pengetatan Pengamanan Wilayah
Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya pun selalu mewanti-wanti warga agar selalu waspada ketika melintasi jalan ini. Terutama saat hujan atau setelah hujan.
"Karena jalan terdekat, maka meskipun berbahaya, masyarakat saya tetap memilih melintasi jalan ini. Dan saya selalu mewanti-wanti agar waspasa, terutama saat hujan atau setelah hujan," ujarnya. (*)