Berita Klungkung

Masih Dominan Dikunjungi Warga Lokal, Desa Bakas Klungkung Siapkan Tata Kelola Pariwisata

Desa Wisata Bakas di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung pun mulai menyiapkan tata kelola untuk pengembangan pariwisata.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Destinasi wisata di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Minggu 29 Mei 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pembatasan aktivitas masyarakat mulai dilonggarkan, setelah dua tahun didera pandemi Covid-19.

Desa Wisata Bakas di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung pun mulai menyiapkan tata kelola untuk pengembangan pariwisata.

Desa Bakas di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung menjadi destinasi wisata yang sangat berkembang di Klungkung.

Bahkan saat industri pariwisata ambruk akibat pandemi Covid-19, Desa Wisata Bakas justru pelan-pelan tumbuh dengan menyasar wisatawan lokal Bali.

Baca juga: Bale Daja Berornamen Bali Kebakaran di Selat Klungkung, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah

Secara umum Desa Wisata Bakas ini mengambil konsep agrowisata dan petualangan.

Namun kuliner tradisional yang disajikan di beberapa warung, justru menjadi daya tarik wisatawan lokal untuk mengunjungi Desa Bakas.

" Aktivitas wisata kuliner di Desa Bakas sangat berkembang, misal jajanan laklak yang khas, babi guling dan sebagainya jadi daya tarik kami, khususnya wisman lokal Bali."

Baca juga: Ribuan Puntung Rokok Kotori Pesisir Pantai Kusamba Klungkung, Suwirta: Mari Biasakan Diri

"Mereka menikmati kuliner, sembari menikmati nuansa persawahan di Desa Bakas," ujar Koordinator Daya Tarik Pokdarwis Bakas, Wayah Malendra, Minggu 29 Mei 2022.

Malendra mengakui, meskipun masih didominasi wisatawan lokal Bali, namun ekonomi masyarakat mulai menggeliat. Mulai bermunculan warung dan bahkan destinasi baru milik pribadi.

Baca juga: Klungkung Segera Miliki Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Senilai Rp3,5 Miliar

" Wisatawan asing ada sedikit-sedikit. Tapi kalau wisatawan lokal, sehari saja ada sekitar 200 sampai 300 orang berkunjung ke Bakas. Bahkan sekarang bermunculan destinasi baru di Bakas," ungkap Malendra.

Misal saja Melangit Bali Adventure di Desa Bakas, yang baru dikembangkan di Desa Bakas.

Destinasi ini menawarkan aktivitas petualangan seperti tracking di persawahan dan wisatawan bisa bermain kayak di Sungai Melangit.

" Adanya kayak ini kan menambah warna bagi wisata di Bakas. Ini juga sebagai motivasi kita di Pokdarwis untuk semangat bangkit," ujar Malendra.

Pihak Pokdarwis di Desa Bakas pun tengah berbenah dan menyiapkan destinasi. Apalagi Desa Bakas diusulkan menjadi salah satu desa wisata untuk dikunjungi delegasi G20 pada November 2022 mendatang.

" Walau masih diusulkan, tentu kami tetap berbenah. Kami tengah menyiapkan bagaimana format tata keloa yang baik untuk desa wisata ini. Kami punya Bumdes dan Badan Usaha tapi perannya belum maksimal untuk wisata," jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved