Berita Tabanan
ANJING Serang Anak 6 Tahun, Petugas Vaksin 250 Ekor Anjing di Desa Tista Tabanan
Ratusan ekor anjing di kawasan Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, telah divaksin rabies. Pada Selasa 31 Mei 2022 kemarin.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Ratusan ekor anjing di kawasan Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, telah divaksin rabies.
Pada Selasa 31 Mei 2022 kemarin.
Jumlah tersebut, tersebar di empat banjar yang ada di desa setempat.
Baca juga: Puluhan Ekor Anjing Liar Disterilisasi Hingga Vaksinasi Cegah Rabies
Karena sebelumnya ditemukan kasus gigitan anjing rabies, yang menyerang anak berusia 6 tahun.
Sementara itu, kasus gigitan anjing di Desa Payangan, Kecamatan Marga, hingga kini masih menunggu hasil observasi.
Jika tak menunjukkan gejala selama 2 minggu sejak gigitan, itu artinya aman.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Tabanan, total ada sebaanyak 250 ekor anjing yang divaksin.
Saat pelaksanaan vaksinasi rabies darurat.
Rinciannya, di Banjar Dangin Pangkung sebanyak 65 ekor.
Di Banjar Dauh Pangkung sebanyak 37 ekor.
Di Banjar Carik sebanyak 51 ekor.
Dan sebanyak 97 ekor anjing, di Banjar Lebah sudah divaksin rabies.

Ratusan anjing tersebut, sebagain besar divaksin di satu titik yakni di balai banjar.
Dan sebagiannya lagi, dilakukan secara door to door, atau petugas mendatangi rumah warga yang tak sempat ke balai banjar.
"Untuk kasus (rabies) yang di Tista, kami sudah tuntaskan dengan vaksinasi darurat.
Ada ratusan ekor yang kami vaksin, dalam sehari kemarin karena kami turun satu tim full.
Dibantu petugas dari Kabupaten juga," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Tabanan, I Gde Eka Parta Ariana, saat dikonfirmasi, Rabu 1 Juni 2022.
Baca juga: Puluhan Ekor Anjing Liar Disterilisasi Hingga Vaksinasi Cegah Rabies
Menurutnya, dalam vaksinasi darurat di Desa Tista itu dilakukan berbasis desa.
Artinya, ketika ada kasus di suatu banjar, banjar lainnya juga akan mendapatkan layanan vaksinasi serupa.
"Semoga tidak ada kasus lagi ke depannya.
Kami harap warga dengan sadar untuk melaporkan, jika menemukan gejala pada hewan peliharaannya.
Atau melihat HPR yang bergejala," harapnya.

Disinggung mengenai kasus gigitan anjing, terhadap anak usia 6 tahun di Desa Payangan, Kecamatan Marga belum lama ini.
Eka Parta Ariana, menyebutkan pihaknya sampai saat ini sedang melakukan observasi terhadap anjing tersebut.
Observasi dilakukan selama dua pekan, sejak terjadinya kasus gigitan yakni mulai Minggu 29 Mei 2022 lalu.
"Jika selama observasi ini, tidak menunjukkan gelaja, artinya anjing tersebut aman.
Jika ada bergejala kami langsung tangani nanti.
Tapi kemarin anak yang diserang itu, sudah mendapatkan penanganan di RSUD Tabanan," tandasnya.
Baca juga: Rabies Marak di Tabanan, Bocah 6 Tahun Derita Luka Gigitan Anjing Pada Bahu, Petugas Langsung Begini
Vaksin Rabies Tinggal 4.000 Vial
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Tabanan, I Gde Eka Parta Ariana.
Menyebutkan ketersediaan atau stok vaksin rabies, di Tabanan terus menipis.
Saat ini, sisa vaksin rabies masih 4.000 vial, ditambah dengan di Puskeswan 2 dan 3 masing-masing 1.000 dosis.
Ia berharap, ke depannya tak lagi muncul kasus gigitan anjing rabies.
Sehingga jumlah dosis tersebut, masih aman dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, pihaknya juga sedang menunggu droping vaksin, dari Pemerintah Provinsi Bali.
Untuk selanjutnya menggelar vaksinasi rabies secara massal, dengan memprioritaskan wilayah atau desa zona merah.
"Untuk sementara kami masih 4.000 dosis di kabupaten.
Karena sebelumnya kami sudah droping ke Puskeswan 2 dan 3 masing-masing 1.000 dosis.
Kami harap tidak ada kasus lagi ke depannya, karena stok dipengaruhi oleh jumlah kasus yang terjadi," harapnya. (*)