Berita Bali
Tinjau Pembangunan VVIP Bandara Ngurah Rai, Menhub : Bisa Melihat Bali Modern dengan White Colour
Setelah melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyambangi Bali guna meninjau progres pembangunan termi
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Setelah melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyambangi Bali guna meninjau progres pembangunan terminal VVIP dan revitalisasi VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat 3 Juni 2022.
"Hari ini saya setelah dari Surabaya lalu ke Bali guna memastikan progres dari pembangunan VVIP untuk G20 dikerjakan dengan baik," ujar Menhub Budi.
Diharapkan pembangunan ini akan selesai pada pertengahan bulan Agustus mendatang dan setelah itu bisa digunakan, tetapi untuk yang VVIP ini khusus diperuntukkan untuk Presiden.
Terminal VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ini memang di design khusus dan sesuai arahan bapak Presiden Jokowi bahwa beliau ingin membuat satu arsitektur Bali modern.
Terminal VVIP akan digunakan khusus menyambut kedatangan Kepala Negara G20 nanti sementara untuk VIP akan digunakan oleh sejumlah Menteri atau Kepala Lembaga G20 yang hadir.
"Ini (VVIP) untuk presiden (KTT G20) dan di sebelah sana (VIP) untuk menteri, ada perubahan sedikit. Nanti pada saatnya (selesai) bisa melihat Bali modern dengan white colour tetapi sentuhan Bali-nya masih tetap terlihat," ungkap Menhub Budi.
Sisi keamanan dan keselamatan bagi Kepala Negara sangat diutamakan dalam terminal VVIP ini mulai dari ruangan dengan kaca anti peluru hingga bangunan dengan kemampuan tahan gempa yang tinggi.
Progres revitalisasi VIP dan pembangunan VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ini telah mencapai 25,84 persen.
Terminal VVIP dan VIP berdiri diatas lahan PT Angkasa Pura I dengan luas keseluruhan 9.788 m2.
Dengan luas lahan hampir satu hektar terbagi kedalam tujuh bagian diantaranya bangunan VVIP baru (1.000 m2), bangunan VIP (1.063 m2), bangunan protokoler (191 m2), bangunan paspampres (101 m2), bangunan security check point atau SCP (80 m2), parkir VVIP (620 m2) dan parkir VIP (350 m2).
Pada bangunan VVIP baru akan ada area drop off - on, lounge atau lobby, press conference, president suite, ruang rapat terbatas, ruang paspampres, pantry, smoking area, toilet dan mushalla.
Sementara bangunan VIP akan ada private lounge, public lounge, hall, toilet, dapur, ruang rapat, ruang serbaguna, ruang istirahat, dan ruang tamu.
Bangunan protokoler dan paspampres selain ruangan protokoler serta ruangan paspampres akan ada toilet dan mushalla, bangunan SCP sendiri tentunya selain ruangan juga akan dipasang perlengkapan dan peralatan standar dari SCP itu sendiri.
Revitalisasi dan pembangunan dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya dan konsultan PT Virama Karya dengan anggaran Rp 51 miliar.
Baca juga: Anggrek Jadi Inspirasi Fashion Show Busana Made Milo
Baca juga: Tenaga Honorer akan Dihapus, Begini Tanggapan Dua Pekerja Honorer di Bali, Bakal Jual Nasi Jinggo
Baca juga: Bakti Sosial dalam Rangka Hut Bhayangkara ke 76 dan Dukung Penuh Kegiatan Si Sabar
Rancangan terminal VVIP ini mengusung tema arsitektur tradisional Bali yang dikenal dengan nama Wantilan yaitu bangunan yang berfungsi sebagai tempat pertemuan masyarakat adat Bali dan juga ditambah dengan ukiran ornamen, lukisan, dan tanaman khas Bali, seperti kain Songket Bali, tanaman Jepun Bali, Pucuk Rajuna, Jempiring, serta benda seni patung Garuda dan Singa Ambara Raja.