Berita Buleleng

Buntut Keracunan Nasi Bungkus, 16 Siswa dan Seorang Staf SMPN Satap 2 Kubutambahan Dirawat Inap

Komang Tri Rahayu (14) tampak terbaring lemas di ruang Sakura RSUD Buleleng, Minggu 5 Juni 2022.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dokter memeriksa kondisi kesehatan Komang Tri Rahayu, Minggu 5 Juni 2022. Rahayu menjadi satu dari 16 siswa yang harus dirawat inap akibat keracunan nasi bungkus 

60 di antaranya harus diberikan cairan infus, karena dehidrasi.

Setelah kondisinya dirasa cukup membaik mereka telah diperbolehkan pulang.

Sementara 39 orang lainnya hanya mengalami gejala ringan. Mereka diberikan treatment berupa meminum oralit. 

Kini dr Arya menyebut masih tersisa dua siswa yang harus menjalani rawat inap di RSUD Buleleng.

Mereka adalah Komang Tri Rahayu dan Putu Ari Ningsih.

Keduanya harus dirawat inap karena mengalami gejala sedang-berat, berupa dehidrasi, mual, muntah dan diare. 

Khusus untuk Putu Ari Ningsih, harus dirawat di ruang intensif Padma 1.

Sebab dalam medis ia dipandang perlu mendapatkan monitoring yang lebih ketat.

Siswi yang baru saja lulus dari bangku kelas IX itu  mengalami syok akibat kekurangan cairan dalam tubuh, ditandai dengan penurunan tekanan darah dan peningkatan denyut nadi. 

"Jadi untuk Putu Ari perlu monitoring yang lebih ketat. Harus diberi cairan yang lebih banyak."

"Kondisi mereka saat ini mulai membaik. Untuk Komang Tri Rahayu kemungkinan besok sudah boleh pulang. Sementara Putu Ari juga kondisinya sudah membaik, tapi harus diobservasi dulu. Nani akan dipindahkan ke di ruang perawatan biasa," jelasnya. 

Disinggung terkait pembiayaan, dr Arya menyebut seharusnya kejadian ini masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Mengingat jumlah korbannya mencapai ratusan orang.

Dengan demikian, biaya perawatan seharusnya menjadi tanggungan Pemkab Buleleng.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved