Berita Buleleng

Tukad Banyumala Buleleng Dirancang Jadi Destinasi Wisata Baru di Tengah Kota

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng merancang Tukad Banyumala, Kecamatan/Kabupaten Buleleng sebagai destinasi wisata baru di tengah perkotaan.

Istimewa
DLH Buleleng saat menggelar lomba kano di Tukad Banyumala, Buleleng, Bali, Minggu 5 Juni 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng merancang Tukad Banyumala, Kecamatan/Kabupaten Buleleng sebagai destinasi wisata baru di tengah perkotaan.

Kebersihan tukad terus dijaga, agar masyarakat dapat bermain kano di sepanjang sungai tersebut. 

Kepala DLH Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, agar kebersihan tukad tersebut tetap terjaga, pihaknya telah menugaskan delapan orang pegawai.

Baca juga: Santap Nasi di Acara Kelulusan SMPN Satap 2 Kubutambahan Buleleng, 111 Siswa Keracunan Makanan

Mereka bertugas memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sempadan sungai, agar tidak membuang sampah sembarangan. 

Mengawali rencana untuk menjadikan Tukad Banyumala sebagai destinasi wisata baru, Melandrat menyebut pihaknya menggelar lomba kano di sungai tersebut.

Lomba digelar sejak Sabtu kemarin, hingga Minggu 5 Juni 2022, serangkaian hari lingkungan hidup sedunia.

Baca juga: Buntut Pengembangan Apotek Sabu di Buleleng, Kaling hingga Staf Kelurahan Positif Konsumsi Sabu

Selain lomba kano, pihaknya juga melakukan penanaman pohon di pinggir sungai, serta menebar 2.500 ekor benih ikan nila, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng. 

"Selama ini sungai selalu terpinggirkan. Tertutup gedung-gedung tinggi, sehingga kurang diperhatikan. Kami ingin agar sungai ini memberikan keasrian dengan menjaga kebersihannya."

"Semoga sungai ini nantinya bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru di tengah kota," ucapnya. 

Baca juga: Sediakan Hadiah Ratusan Juta, KONI Buleleng Bakal Gelar Lomba Gerak Jalan Serangkaian HUT RI

Melandrat berharap masyarakat terus menjaga kebersihan sungai, dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Apabila kebersihannya terjaga, masyarakat juga dapat memanfaatkan sungai tersebut untuk budidaya kangkung maupun ikan air tawar.

"Selama ini sungai selalu jadi tempat sampah. Kami edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Karena sungai ini bisa memberikan mafaat untuk budidaya ikan atau kangkung," terangnya. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved