Ngopi Santai

Bercakap-cakap dengan Anggrek

Klaim itu memantik kontroversi luas, dan bahkan dianggap pseudo-sains (setengah klenik) oleh para ahli biologi.

Penulis: Sunarko | Editor: Sunarko
plantrescue.com
Ilustrasi - Salah satu jenis anggrek, yakni Phalaenopsis Amabilis. Riset menyebutkan bahwa tumbuhan seperti anggrek bisa merespon getaran energi manusia. 

TRIBUN-BALI.COM – Pada suatu subuh saat sedang rileks setelah beribadah, tiba-tiba saya teringat pada satu kejadian, yaitu obrolan saya dengan Prof Dr Luh Ketut Suryani SpKJ, guru besar ilmu kedokteran jiwa  Universitas Udayana (Unud), Bali.

Ingatan ke obrolan di suatu siang yang cukup sejuk pada awal November 2017 itu muncul, karena subuh itu saya sedang coba praktikkan materi pelatihan personal abundance yang pernah saya ikuti, yakni tentang mendoakan 10 orang dalam sehari.

Bahkan termasuk mendoakan makhluk hidup selain manusia, seperti binatang dan tanaman.

Kala itu, dalam obrolan di ruang tamu yang menghadap taman rumahnya yang cukup asri, Profesor Suryani memamerkan sambil menunjuk-nunjuk deretan bunga anggrek warna-warni nan indah di halaman rumahnya.

Baca juga: RENUNGAN JIWA - Kosmologi, Hukum Tarik-Menarik, dan Peran Tuhan

Saya kemudian diajaknya mendekati bunga-bunga itu.

"Mas, saya merawat anggrek-anggrek ini dengan kasih sayang. Sering kalau saya sedang sirami atau saya pandangi, saya ajak anggrek-anggrek ini ngobrol. Juga saya katakan pada anggrek-anggrek 'kamu tumbuh yang indah dan sehat ya...saya akan merawatmu dengan baik'," begitu  Prof Suryani menceritakan cara unik dia dalam 'berinteraksi' dengan anggrek-anggreknya.

"Saya juga ucapkan terima kasih pada anggrek-anggrek itu, karena telah memperindah dan menyegarkan halaman rumah saya," imbuh Prof Suryani, yang kini berusia 78 tahun

Bahkan tatkala Prof Suryani sekeluarga hendak pergi jauh beberapa hari, ia "pamiti" anggrek-anggrek itu.

Bu Suryani memiliki asisten rumah tangga yang menggantikannya merawat anggrek selama bepergian jauh.

"'Anggrek-anggrek, saya dan keluarga akan pergi ke luar kota beberapa hari. Akan ada yang mengganti merawatmu selama beberapa hari. Kamu baik-baik saja ya selama saya tidak di rumah`," demikian Prof Suryani dengan perlakuan 'manusiawinya' pada anggrek-anggrek kesayangannya saat ia hendak pergi lama.

Baca juga: Kemelekatan, Hutang Energi dan Jalan Menuju Keheningan

"Mengapa Bu Suryani mengajak bicara anggrek-anggrek itu," tanya saya pada beliau.

Prof Suryani menjawab, dirinya percaya bahwa makhluk hidup, termasuk tanaman seperti bunga anggrek, juga memiliki energi hidup atau living energy.

"Karena itu, tanaman bisa terpengaruh getaran-getaran energi sekitarnya, termasuk energi kita. Dan saya mencoba memberi getaran energi positif pada anggrek-anggrek saya. Kan bisa dilihat sendiri, anggrek-anggrek ini seperti merespon harapan saya. Dia tumbuh segar dan indah dipandang mata," terang Prof Suryani, yang juga dikenal sebagai praktisi senior meditasi.

Beliau mengaku rutin menjalani meditasi sejak usia 14 tahun, dan hinggga kini mengajarkan metode meditasi yang ditemukannya, yang dinamai Meditasi Relaksasi Spirit Suryani.

Baca juga: Kemenjadian, Menyingkirkan Duri di Jalan dan Memberi Minum Anjing Kehausan

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved