PMK di Bali

Wabah PMK di Bali, Bhabinkamtibmas dan Pol Air Turun Tangan, Tutup Pelabuhan & Pantau Hewan Ternak

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai menyerang sejumlah sapi yang ada di Buleleng. Polres Buleleng pun membentuk satgas khusus penanganan PMK, agar pen

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai menyerang sejumlah sapi yang ada di Buleleng. Polres Buleleng pun membentuk satgas khusus penanganan PMK, agar penyakit tersebut tidak menyebar luas.

Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, kasus PMK telah ditemukan di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng.

Untuk itu, Polres Buleleng bersama dinas terkait membentuk Satgas Penanganam PMK, agar penyakit yang menyerang hewan berkaki empat itu tidak meluas.

Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto
Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)

Khusus untuk Polres Buleleng, pihaknya mengerahkan seluruh Bhabinkamtibmas dan Pol Air.

Dimana untuk Bhabinkamtibmas ditugaskan mensosialisaiskan serta memantau seluruh hewan ternak yang ada di desa masing-masing. Apabila mengalami gejala ke arah PMK, agar segera di laporkan ke dokter hewan yang ada di kecamatan.

Sementara Pol Air bertugas untuk memantau seluruh pelabuhan dam jalur-jalur tikus yang ada di Buleleng.

Baca juga: 110 Ribu Dosis Vaksin PMK Tiba di Bali, Empat Kabupaten Perbatasan Dapat Prioritas

Seperti Pelabuhan Celukan Bawang, PPI Sangsit, hingga di Teluk Terima Desa Sumberklampok. Pengawasan dilakukan selama 24 jam, agar tidak ada hewan ternak berkaki empat yang keluar maupun masuk ke Buleleng.

"Pelabuhan Celukan Bawang sebelumnya sempat digunakan untuk pengiriman sapi.

Sekarang sudah ditutup.

Sekarang tidak ada lagi pengiriman maupun mendatangkan sapi dari luar, untuk mencegah penyebaran PMK kian meluas.

Seluruh kapal yang bersandar akan dicek," jelasnya.

AKBP Andrian menyebut, personel Polres Buleleng hanya bertugas untuk melakukan pengawasan.

Apabila terdapat sapi yang terindikasi terkena PMK, maka personel akan melaporkannya kepada dokter hewan atau Dinas Pertanian Bulelemg.

Sementara pemeriksaan Lab hanya dapat dilakulan oleh Balai Besar Veteriner Denpasar. (rtu)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved