Berita Bali
WADUH, Empat Sapi Di Desa Demulih Terindikasi PMK dan Pasar Sapi Beringkit Juga Ditutup!
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kian meluas di Bangli. Vaksin pun akan dilakukan. Dampak PMK juga membuat transaksi sapi berkurang di Beringkit.
Bahkan jika ada warga yang hendak menjual sapinya, ke Pasar Beringkit akan langsung ditolak.
Kendati transaksi sapi dihentikan, namun tidak akan menutup pasar hewan di Pasar Beringkit.
Pasalnya selain sapi, di pasar hewan beringkit juga ada penjualan hewan lainnya seperti bebek, ayam, burung dan yang lainnya.
Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sukantra, mengaku penutupan transaksi sapi di pasar hewan Beringkit tersebut mulai dilakukan pada hari ini atau pada 5 juli 2022 sampai 19 Juli 2022.
Hal itu pun dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK.
"Jadi ini sudah sesuai keputusan pemerintah pusat, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bahkan dari BNPB tadi sempat datang ke kantor kami dan memantau Pasar Beringkit," ujarnya saat dikonfirmasi Selasa 5 Juli 2022.
Kendati transaksi sapi dihentikan, namun tidak membuat Pasar Beringkit tutup secara permanen.
Diakui pasar hewan masih tetap buka, untuk penjualan hewan lainnya selain sapi.
"Pada intinya, sapinya yang tidak diberikan lalu-lalang.
Kalau ayam dan yang lain tetap bisa dilakukan, sehingga pasar tidak tutup semua," tegasnya.

Disinggung mengenai kapan akan buka kembali, Sukantra mengaku sesuai arahan pemerintah pusat.
Pasalnya saat ini sedang digencarkan proses vaksinasi PMK.
"Jadi aparat kepolisian juga ikut menangani PMK, khususnya di Badung.
Bahkan jika ditemukan ada orang yang mengangkut sapi di jalan, akan dikembalikan ke tempat asalnya," ucapnya.