Berita Bali

WADUH, Empat Sapi Di Desa Demulih Terindikasi PMK dan Pasar Sapi Beringkit Juga Ditutup!

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kian meluas di Bangli. Vaksin pun akan dilakukan. Dampak PMK juga membuat transaksi sapi berkurang di Beringkit.

Agus
Proses penimbangan sapi di Pasar Hewan Beringkit pada Senin 4 Juli 2022 

TRIBUN-BALI.COM - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kian meluas di Bangli.

Setelah laporan dua ekor sapi di wilayah Banjar Tabih, Desa Buahan, Kintamani, yang bergejala PMK.

Laporan gejala serupa juga muncul di Kecamatan Susut, Bangli.

Informasi yang dihimpun, sapi itu milik I Wayan Kiyeng, warga Banjar Demulih, Desa Demulih, Kecamatan Susut.

Kepala Dinas Kominfosan Bangli, I Wayan Dirgayusa, membenarkan adanya laporan sapi terindikasi PMK.

Laporan ini diterima pada hari Selasa (5/7/2022).

"Informasi Kadis Pertanian, ada enam ekor sapi, dan empat diantaranya terindikasi PMK," ungkapnya.

Baca juga: VIRUS PMK Merebak di Bali: Belum Ada Penutupan Pasar Hewan di Tabanan

Baca juga: Badung Target 34.141 Ekor Hewan Berkuku Belah Mendapatkan Vaksin PMK

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kian meluas di Bangli.

Setelah laporan dua ekor sapi di wilayah Banjar Tabih, Desa Buahan, Kintamani, yang bergejala PMK.

Laporan gejala serupa juga muncul di Kecamatan Susut, Bangli.

Informasi yang dihimpun, sapi itu milik I Wayan Kiyeng, warga Banjar Demulih, Desa Demulih, Kecamatan Susut.

Kepala Dinas Kominfosan Bangli, I Wayan Dirgayusa, membenarkan adanya laporan sapi terindikasi PMK.

Laporan ini diterima pada hari Selasa (5/7/2022).
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kian meluas di Bangli. Setelah laporan dua ekor sapi di wilayah Banjar Tabih, Desa Buahan, Kintamani, yang bergejala PMK. Laporan gejala serupa juga muncul di Kecamatan Susut, Bangli. Informasi yang dihimpun, sapi itu milik I Wayan Kiyeng, warga Banjar Demulih, Desa Demulih, Kecamatan Susut. Kepala Dinas Kominfosan Bangli, I Wayan Dirgayusa, membenarkan adanya laporan sapi terindikasi PMK. Laporan ini diterima pada hari Selasa (5/7/2022). (Istimewa)

Kata Dirgayusa, Pihak Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) pun, telah mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi ternak.

Dan rencananya besok (Rabu) akan dilaksanakan vaksinasi.

"Pelaksanaan vaksin dari tim medis kehewanan dinas pertanian, dengan satu dokter dan dua petugas administrasi," sebutnya.

Dirgayusa yang merupakan warga asal Demulih itu mengatakan, dari informasi warga, sapi itu tergolong baru dipelihara.

Disinggung kemungkinan sapi tertular PMK darimana, dia mengatakan pihak dinas masih menggali informasi lebih lanjut.

"Sementara masih dipelajari secara teknis oleh pihak dinas terkait," tandasnya. 

Kata Dirgayusa, Pihak Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) pun, telah mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi ternak.

Dan rencananya besok (Rabu) akan dilaksanakan vaksinasi.
Kata Dirgayusa, Pihak Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) pun, telah mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi ternak. Dan rencananya besok (Rabu) akan dilaksanakan vaksinasi. "Pelaksanaan vaksin dari tim medis kehewanan dinas pertanian, dengan satu dokter dan dua petugas administrasi," sebutnya. Dirgayusa yang merupakan warga asal Demulih itu mengatakan, dari informasi warga, sapi itu tergolong baru dipelihara. Disinggung kemungkinan sapi tertular PMK darimana, dia mengatakan pihak dinas masih menggali informasi lebih lanjut. "Sementara masih dipelajari secara teknis oleh pihak dinas terkait," tandasnya.  (ist)

Buntut PMK Merebak di Bali, transaksi hewan di Pasar Beringkit pun distop selama 2 minggu.

Pemberhentian transaksi sapi di Pasar Beringkit pun dilakukan, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Badung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved