Berita Bali

WADUH, Empat Sapi Di Desa Demulih Terindikasi PMK dan Pasar Sapi Beringkit Juga Ditutup!

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kian meluas di Bangli. Vaksin pun akan dilakukan. Dampak PMK juga membuat transaksi sapi berkurang di Beringkit.

Agus
Proses penimbangan sapi di Pasar Hewan Beringkit pada Senin 4 Juli 2022 

Dengan tidak adanya transaksi sapi, pihaknya mengakui akan mempengaruhi pendapatan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana.

Bahkan jika transaksi sapi distop pendapatan pasti turun drastis.

"Kemarin aja kita prediksi potensi pendapatan ilang Rp 2 miliar, tapi sekarang mungkin bisa lebih.

Termasuk dari pendapatan parkir juga berkurang.

Namun untuk berapa berkurang saya belum bisa beri tahu, karena itu soal data, dan saya tidak memegang data," akunya.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau agar masyarakat yang akan menjual sapi diharapkan agar dilakukan penundaan.

Selain sapi, babi dan kambing juga berpotensi terkena virus PMK.

"Semua hewan yang memiliki kuku belah kita harapkan tidak lalu-lalang.

Sehingga virus PMK ini tidak cepat menyebar di Bali khususnya Badung," sarannya.

Seperti diketahui, dengan tidak adanya penjualan sapi di Pasar Beringkit, membuat Perumda Pasar Mangu Giri Sedana kebingungan.

Bahkan berpotensi kehilangan pendapatan Rp 2 miliar.

Hal itu lantaran saat hari Raya Idul Adha 2022, pengiriman sapi Bali distop oleh pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran PMK.

Bisanya jelang Idhul Adha, transaksi pembelian sapi di Pasar Beringkit sangat tinggi.

Pasalnya momen tersebut, sapi Bali bisa terjual mahal dengan jumlah yang sangat banyak.

"Kalau bilang rugi, sangat rugi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved