Berita Tabanan

VIRUS PMK Merebak di Bali: Belum Ada Penutupan Pasar Hewan di Tabanan

Wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), yang sejak beberapa waktu lalu menyerang Gianyar, Karangasem dan Buleleng dengan 63 kasus.

ist
Proses penimbangan sapi di Pasar Hewan Beringkit pada Senin 4 Juli 2022 Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sukantra 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), yang sejak beberapa waktu lalu menyerang Gianyar, Karangasem dan Buleleng dengan 63 kasus.

Rinciannya, Gianyar 38 kasus, Buleleng 21 kasus, dan Karangasem 4 kasus. Hal ini kemudian menjadi peningkatan kewaspadaan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, dengan mensosialisasikan dan memberi suntikan vitamin ke kelompok ternak.

Namun, untuk menutup pasar hewan belum dilakukan oleh Dinas Pertanian, untuk antisipasi penyebaran wabah.

Proses penimbangan sapi di Pasar Hewan Beringkit pada Senin 4 Juli 2022

Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sukantra
Proses penimbangan sapi di Pasar Hewan Beringkit pada Senin 4 Juli 2022 Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sukantra (ist)

Kepala Bidan Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, Gede Eka Parta mengatakan, bahwa Tabanan memiliki satu pasar hewan yang berada di Kecamatan Kediri.

Namun, untuk penutupan masih belum dilakukan. Pihaknya, belum mendapat instruksi langsung dari Dinas Di Provinsi. Sehingga tidak dilakukan penutupan.

“Kami masih menunggu arahan dari Provinsi,” ucapnya, Selasa 5 Juli 2022.

Baca juga: Buntut PMK Merebak di Bali, Transaksi Hewan di Pasar Hewan Beringkit di Stop Selama 2 Minggu

Data yang dihimpun, untuk populasi ternak, terutama dua jenis hewan yang rentan terpapar wabah PMK, untuk Sapi di Tabanan ada sekira 3.329 ekor dan Kambing 1.754 ekor.

Pihak Dinas Pertanian akan menyasar kelompok ternak sapi dan kambing di 10 kecamatan yang ada. Pertama akan menyasar 10 kelompok di Kecamatan Penebel, 27 kelompok di Kecamatan Baturiti, 15 kelompok di Kecamatan Marga, 17 kelompok di Kecamatan Kerambitan, 9 kelompok di Kecamatan Tabanan dan 5 kelompok di Kediri, 15 kelompok di Kecamatan Selemadeg Barat, 26 kelompok di Kecamatan Selemadeg Timur, 12 kelompok di Kecamatan, 7 kelompok di Kecamatan Pupuan.

“Nantinya untuk kesehatan hewan langsung ada dokter hewan yang menghandle,” ungkapnya.

Baca juga: Pasar Hewan Kayuambua Ditutup Dua Pekan Jelang Idul Adha, Ini Fakta Ditemukan dan Harga di Lokasi

Dijelaskannya, pihaknya melakukan pelayanan kesehatan hewan dan langsung di isi sosialisasi PMK dan desinfeksi terjadwal dari kelompok ternak yang ada di desa kesiut Kecamatan Kerambitan mulai dari 4 Juli sampe 8 Juli 2022, dan kelompok di desa timpag tanggal 11 Juli sampe 15 Juli 2022 Kecamatan Kerambitan. Total ada sembilan kelompok.

“Khusus hari ini kita pelayanan di kelompok UPPO Amerta sari 1, di desa kesiut, total ada sekitar 37 ekor ternak,” bebernya. (ang).

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved