Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

LUMPUH Gara-gara PMK, Peternak Babi di Bali Terkena Imbas Virus PMK!

Gara-gara PMK, peternak babi di Bali mengeluhkan turut anjloknya harga daging babi di pasaran. Lalu bagaimana nasib peternak? simak beritanya.

Tayang:
Adrian
Ketua Kadin Tabanan, I Ketut Loka Antara saat meninjau peternakan babi milik Pak Deyon di Tabanan, Bali, pada Kamis 7 Juli 2022 

Biasanya misal 200 babi, dikirim ke Jakarta 150 ekor untuk lokal 50 ekor, sekarang seluruhnya pasar lokal padahal kemampuan lokal tidak mencapai target," papar dia.

Pak Deyon menjelaskan, bahwa sebelum masa lockdown, babi-babi hasil peternakan 90 persen didistribusikan untuk pasar Jakarta.

"Kami memohon solusi dari pemerintah memberikan solusi agar harga babi tidak rendah," ujarnya.

"Harga Pokok Penjualan (HPP) peternak dan harga babi yang cenderung turun, membuat peternak merugi. Dampaknya sudah dirasakan. Biasanya misal 200 babi, dikirim ke Jakarta 150 ekor untuk lokal 50 ekor, sekarang seluruhnya pasar lokal padahal kemampuan lokal tidak mencapai target," papar dia. Pak Deyon menjelaskan, bahwa sebelum masa lockdown, babi-babi hasil peternakan 90 persen didistribusikan untuk pasar Jakarta. "Kami memohon solusi dari pemerintah memberikan solusi agar harga babi tidak rendah," ujarnya. (Istimewa)

Justru timbul pertanyaan, imbas PMK pada sapi, namun ternak babi juga dibatasi dalam pengiriman ke luar Bali, padahal Bali menjadi pasar murni pengiriman ke Jakarta.

"Kalau PMK pada babi belum ditemukan cuma bisa saja ditemukan, di Kapuk, Jakarta ada mengarah ke sana, pengiriman dari Bali atau bukan tidak tahu.

Karena pengiriman lain ada dari Solo, Jawa Timur," bebernya.

Desas-desus baru-baru ini menyebutkan, bahwa PMK sudah menyerang babi di beberapa kabupaten di Bali dengan gejala kuku lepas dan melepuh.

Namun hal ini perlu dipastikan kembali serta keterangan resmi dari dinas terkait.

"Kami ingin tahu apa sebabnya babi juga dilarang, apakah pemerintah menemukan PMK pada babi atau seperti apa kami belum mendapat kejelasan dan maju ke dinas terkait mempertanyakan hal itu," ucap Pak Deyon.

Sebagai langkah untuk mengantisipasi PMK, dan penyakit lainnya pada babi melalui biosecurity ketat.

Seperti penyemprotan disinfektan keluar masuk lalu lintas kandang, untuk mencegah penularan dan meluasnya PMK.

Sebagai langkah untuk mengantisipasi PMK, dan penyakit lainnya pada babi melalui biosecurity ketat.

Seperti penyemprotan disinfektan keluar masuk lalu lintas kandang, untuk mencegah penularan dan meluasnya PMK.
Sebagai langkah untuk mengantisipasi PMK, dan penyakit lainnya pada babi melalui biosecurity ketat. Seperti penyemprotan disinfektan keluar masuk lalu lintas kandang, untuk mencegah penularan dan meluasnya PMK. (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

"Kami mendukung pemerintah, dan di Bali juga punya ras sapi yang genetiknya diakui WHO yang perlu kita jaga bersama serta hajatan G20 sebentar lagi, semoga PMK di Bali segera teratasi," tutur dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tabanan, I Ketut Loka Antara mengaku proaktif menerima aspirasi para peternak babi.

"Kami apresiasi positif, pendapat saya boleh saya bilang kita di Bali kecolongan, hal yang paling bagus dilakukan adalah tindakan preventif dari pemerintah daerah melalui dinas atau instansi terkait saat muncul di luar daerah apa tindakan preventifnya.

Dengan sekarang sudah masuknya PMK di Bali satu-satunya jalan bagaimana melakukan gerakan untuk melakukan pengobatan sehingga sudah lewat preventif," kata Loka Antara.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved