Berita Bali
LUMPUH Gara-gara PMK, Peternak Babi di Bali Terkena Imbas Virus PMK!
Gara-gara PMK, peternak babi di Bali mengeluhkan turut anjloknya harga daging babi di pasaran. Lalu bagaimana nasib peternak? simak beritanya.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Terkait lockdown ternak di Bali, yang merugikan peternak lintas daerah.
Dia mendorong pemerintah memberikan sebuah solusi kepada peternak khususnya peternak babi.
"Yang kita tahu perekonomian peternak sedang merangkak, menggeliat babi dihantam lagi seperti ini.
Kebijakan lockdown sudah diberlakukan sekarang solusinya seperti apa, peternak mengkhawatirkan terus mengalami kerugian karena berjalan hanya pasar lokal, secara hukum ekonomi membuat over produksi harga akan turun," bebernya.
Menindaklanjuti keluhan para peternak, Loka Antara bakal melakukan langkah sesuai prosedur yang dimulai dari koordinasi dengan instansi terkait di Provinsi Bali untuk mendapatkan win-win solution.
"Sebenarnya bisa satu kabupaten terdeteksi PMK, lockdown regional, misal ditemukan di Gianyar, lockdown Gianyar, di Tabanan tidak ditemukan tidak perlu lockdown, tapi pengawasan ketat dilakukan, biosecurity ketat, seperti itu," ucap dia.
Di samping itu untuk menjaga eksistensi peternak kecil, sesuai Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali 524.3/10237/Disnakeswan dan UU No 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan tidak sehat.
"Pemerintah melakukan pengawasan ketat, turunkan tim yustisi bisa menjadi salah satu solusi jangan sampai over produksi untuk pasar lokal di Bali supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-Kadin-Tabanan-I-Ketut-Loka-Antara-saat-meninjau-peternakan.jpg)