Berita Tabanan

265 Lulusan SD Tak Bisa Masuk Sistem, Sudah Terdistribusi ke SMP di Tabanan

265 orang siswa lulusan SD, sempat tertahan tidak dapat masuk ke sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

(TB/Ardhiangga Ismayana).
Kabid SMP Tabanan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- 265 orang siswa lulusan SD, sempat tertahan tidak dapat masuk ke sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Mereka tinggal di Tabanan, namun tidak memiliki KK (Kartu Keluarga) Kabupaten Tabanan.

Namun kini, siswa-siswi pendatang itu pun sudah terakomodir.

 

Kabid SMP Dinas Pendidikan Tabanan AA Wahyuni mengatakan bahwa seluruh siswa sudah terdistribusi atau terakomodir di beberapa wilayah di hampir semua Kecamatan.

Rata-rata memang mereka merupakan siswa-siswi pendatang yang tinggal berbeda Kecamatan atau dari luar daerah/pulau kemudian tinggal di Kabupaten Tabanan. 265 siswa-siswi itu dari data pihaknya sudah masuk sejak daftar ulang peserta zonasi sebelumnya telah rampung dilakukan.

Kabid SMP Tabanan.
Kabid SMP Tabanan. ((TB/Ardhiangga Ismayana).)

“Semua sudah terdistribusi. Kami distribusikan sesuai domisili. Karena memang mereka KK luar yang tinggal di Kecamatan mana, maka kami distribusikan yang dekat dengan Sekolah,” ucapnya Jumat 8 Juli 2022.

 

Menurut Wahyuni, sebelumnya pihaknya mendata seluruh siswa SD di Tabanan. Dan dari situ diketahui, 265 siswa merupakan siswa yang tinggal di Tabanan tapi KK bukan Tabanan atau Kecamatan dimana siswa itu tinggal. Nah, karena berbeda, kemudian dilakukan pendataan dengan menunggu siswa-siswi yang asli penduduk setempat terakomodir terlebih dahulu. Baru kemudian, siswa-siswi dari luar tersebut.

“Tapi memang penduduk pendatang paling bayak kan di Tabanan dan Kediri. Jadi di dua Kecamatan ini ada sekitar 11 sekolah dan hampir semua mendapat distribusi siswa tersebut,” ungkapnya.

 

Wahyuni mengatakan, 265 anak yang KK nya dari luar tabanan, itu menjadi PR. Sebab, mayoritas tinggal di Kecamatan Tabanan dan Kediri atau wilayah kota. Dan mereka ditempatkan pada zona terdekat yang ada kelowongan atau kekosongan rombel. Bahkan, ke 265 siswa ini memang harus menunggu terlebih dahulu untuk pengumuman dan daftar ulang dari seluruh jalur PPDB, siswa penduduk ber KKK asli Tabanan.

 

Menurut dia, 265 siswa lulusan SD itu sudah memiliki alamat tinggal sementara, dan merupakan siswa lulusan SD di Tabanan.

Mereka diterima melalui data dari SD dimana siswa itu lulus. Sehingga tidak lagi, berdasarkan KK atau KTP orangtua siswa. Hal ini juga sekaligus menjawab dari persoalan siswa yang tidak bisa masuk dalam sistem di aplikasi “PPDB Tabanan Era Baru”. Persoalan tidak bisa masuk ke sistem itu adalah mereka siswa yang tidak ber KK Tabanan, namun tinggal di Tabanan. Jadi bukan karena kuota tidak ada. Malahan, untuk daya tampung siswa secara keseluruhan mencukupi. Bahkan, tersisa lebih untuk kuota SMP di Tabanan bagi siswa lulusan SD.

 

Sekedar untuk diketahui, kuota kursi SMP di Tabanan ada sebanyak 6464 siswa, dengan jumlah lulusan 5.621 siswa. Sehingga masih tersisa sebanyak 843 kursi untuk siswa SMP di Tabanan. Dan ada sekitar 202 ruang kelas dengan jumlah siswa 32 dalam setiap satu rombel.

 

Karena itu Disdik Tabanan menjamin 265 siswa itu mendapat kursi untuk masuk pada SMP di Tabanan, meskipun pada prinsipnya perlu penyesuaian sebelum, dimasukkan ikut pada jalur zonasi. Dimana, 265 siswa ditampung juga dari sisa kursi jalur lainnya yakni afirmasi, prestasi dan perpindahan orangtua. Ketika tiga jalur itu yang masih ada kelowongan. Maka, jalur itu yang kemudian dilimpahkan menjadi jalur zonasi. Sehingga, mereka yang tidak masuk sistem akan dapat tertampung. Begitu juga, dengan para siswa yang mengalami ketertinggalan pendaftaran.

(ang).

 

 

 
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved