Breaking News:

Bisnis

TABRAKAN MAUT Cibubur, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Korban Dapat Pelayanan Optimal

Tragedi tabrakan maut di jalur alternatif Cibubur, yang membuat 10 orang korban meninggal dunia dan luka-luka dijamin BPJamsostek.

ist
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Direktur Pelayanan BPJamsostek Roswita Nilakurnia, datang langsung untuk memastikan LCT kecelakaan kerja terimplementasi dengan baik dan peserta mendapatkan perawatan yang terbaik. “Kami atas nama manajemen BPJamsostek, turut merasa prihatin atas kecelakaan yang dialami oleh para korban, khususnya bapak Kunto ini. Kami telah memastikan bahwa korban mengalami kecelakaan kerja, karena ruang lingkup perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tidak hanya kecelakaan di tempat kerja. Namun juga saat perjalanan menuju dan kembali dari tempat kerja,” terang Roswita. 

TRIBUN-BALI.COM - Tragedi tabrakan maut di jalur alternatif Cibubur, yang membuat 10 orang korban meninggal dunia dan beberapa luka-luka menjadi duka bagi semua orang.

Kejadian kecelakaan beruntun, pada 18 Juli 2022 itu terjadi di jalur yang padat pengendara.  

Insiden tabrakan maut ini, berawal dari truk tangki BBM Bahan Bakar Minyak, yang mengalami rem blong.

Kemudian truk tangki BBM itu menabrak beberapa kendaraan di depannya.

Baca juga: KISAH PILU Driver Ojol Meninggal Dalam TABRAKAN MAUT dan FIRASAT Sang AYAH

Baca juga: SOPIR Truk Tangki BBM Resmi Jadi TERSANGKA Tabrakan Maut Cibubur

Kejadian tabrakan maut truk tangki BBM dengan sepeda motor dan mobil di jalur alternatif Cibubur sore tadi, mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka-luka.
Kejadian tabrakan maut truk tangki BBM dengan sepeda motor dan mobil di jalur alternatif Cibubur sore tadi, mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka-luka. (ist/via Tribunnews)

BPJS Ketenagakerjaan ( BPJamsostek), langsung menggerakkan tim Layanan Cepat Tanggap (LCT) untuk menyisir kemungkinan adanya peserta yang turut menjadi korban dalam kecelakaan beruntun itu. 

Berdasarkan hasil penelusuran, teridentifikasi salah seorang korban luka atas nama Kunto Widyasmoro merupakan peserta aktif BPJamsostek.

Peserta yang berprofesi sebagai tenaga pengajar tersebut, sedang dalam perjalanan pulang dari kantor menuju rumahnya di daerah Cileungsi.

Namun naas, saat dirinya melintas di lokasi, terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan cedera pada wajah dan lengannya.

Pasca kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Permata Cibubur yang merupakan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJamsostek untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Direktur Pelayanan BPJamsostek Roswita Nilakurnia, datang langsung untuk memastikan LCT kecelakaan kerja terimplementasi dengan baik dan peserta mendapatkan perawatan yang terbaik.

“Kami atas nama manajemen BPJamsostek, turut merasa prihatin atas kecelakaan yang dialami oleh para korban, khususnya bapak Kunto ini.

Kami telah memastikan bahwa korban mengalami kecelakaan kerja, karena ruang lingkup perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tidak hanya kecelakaan di tempat kerja.

Namun juga saat perjalanan menuju dan kembali dari tempat kerja,” terang Roswita.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Direktur Pelayanan BPJamsostek Roswita Nilakurnia, datang langsung untuk memastikan LCT kecelakaan kerja terimplementasi dengan baik dan peserta mendapatkan perawatan yang terbaik.

“Kami atas nama manajemen BPJamsostek, turut merasa prihatin atas kecelakaan yang dialami oleh para korban, khususnya bapak Kunto ini.

Kami telah memastikan bahwa korban mengalami kecelakaan kerja, karena ruang lingkup perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tidak hanya kecelakaan di tempat kerja.

Namun juga saat perjalanan menuju dan kembali dari tempat kerja,” terang Roswita.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Direktur Pelayanan BPJamsostek Roswita Nilakurnia, datang langsung untuk memastikan LCT kecelakaan kerja terimplementasi dengan baik dan peserta mendapatkan perawatan yang terbaik. “Kami atas nama manajemen BPJamsostek, turut merasa prihatin atas kecelakaan yang dialami oleh para korban, khususnya bapak Kunto ini. Kami telah memastikan bahwa korban mengalami kecelakaan kerja, karena ruang lingkup perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tidak hanya kecelakaan di tempat kerja. Namun juga saat perjalanan menuju dan kembali dari tempat kerja,” terang Roswita. (ist)

Lebih jauh Roswita menjelaskan, bahwa peserta akan mendapatkan beragam manfaat diantaranya perawatan tanpa batas biaya hingga sembuh.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved