Berita Tabanan
Kabar Gembira, Tabanan Cari 300 hingga 500 PMI Bekerja di Pesiar, Simak Syaratnya
Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) Tabanan bekerjasama dengan pihak ketiga yakni PT Bali Paradise Citra Dewata (BPCD), untuk menggelar job recruitment bag
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Marianus Seran
“Jadi kuncinya adalah prosedural. Atau P3MI mempunyai SP2Mi. Di luar itu, di dinas sesuai Permenkuman nomor 8 tahun 2014 kami merekomendasikan bekerja untuk memperoleh paspor, agen harus resmi dan prosedural.
Yang kedua, pwrusahaan akan menguruskan visa kerja (bukan visa turi/holiday) di negara penempatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa dari pengalaman memang pekerja di kapal pesiar atau pariwisata memang animo cukup tinggi.
Sebelumnya, dari dua kali job fair dengan 40 perusahaan atau booth industri pariwisata, 1500-an orang pelamar, yang masuk sekitar 500-an orang.
Tabanan adalah kantong PMI nomor dua setelah Buleleng yang kompeten atau bersertifikat, atau menengah ke atas dan berpengalaman.
Sedangkan sallary sendiri nantinya, dimulai dari 700 dolar Amerika, dengan kontrak awal delapan hingga 10 bulan, kontrak pertama sekali naik kapal.
“Kalau setiap penempatan ada biaya, kalau walk In interview tanpa biaya (banyak job fair berbayar) atau gratis.
Kalau lulus harus ditanggung, misalnya cek kesehatan, visa dan tiket oleh PMI,” bebernya.
Baca juga: Sinyal Target Gulingkan Persib Bandung di Laga Perdana Liga 1, Singgung Kelas Diatas Rata-rata
312 PMI Sudah Berangkat Ke Luar Negeri Sejak Januari 2022
Kepala Disnaker Tabanan, I Nyoman Putra menyatakan, bahwa sejak Januari 2022 hingga Juni 2022 sudah sebanyak
312 PMI sudah berangkat ke Luar Negeri. Penempatan ke perusahaan asing itu sesuai yang tercatat ID CPMI di pihaknya.
Dan seluruhnya memang merupakan pekerja yang bekerja sejak melanggarnya pandemi.
“Saat ini sudah 312 yanf tercatat di kami. Tapi jumlah itu bisa jadi lebih dari itu,” katanya.
Nyoman Putra meyakini lebih, dengan alasan bahwa penempatan PMI itu ada beberapa cara. Pertama penempatan melalui catatan pihaknya, kemudian penempatan mandiri dilakukan oleh UPT BP3MI Denpasar dan ketiga G2G (Goverment to Goverment).
Pendek kata, disinyalir untuk dua jalur di atas bisa jadi warga Tabanan masuk dan bekerja di luar negeri.
“Alasannya saat ini Eropa sedang membutuhkan banyak sekali pekerja di bidang konstruksi kemudian perkebunan.
Dan Jepang saja, sudah tidak menyetop kebutuhan magang. Namun sekarang kebutuhan ialah bekerja sebagai pegawai, bukan pekerja magang,” akunya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kadisnaker-tabanan-337.jpg)