Berita Klungkung
Kabur dari Sekolah, Siswa SMA Ditemukan di Dasar Jurang Sedalam 40 Meter
Evakuasi diputuskan dengan melibatkan guru asuh siswa tersebut. Guru asuh, Gede Wiriana langsung turun ke jurang didampingi petugas Basarnas.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: I Putu Darmendra
Guru SMAN 2 Semarapura, Gede Wiriana mengatakan, Char merupakan siswa program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).
Siswa kelas XII asal Jayapura, Papua itu sudah mengalami gejala aneh sejak, Rabu 20 Juli 2022 dini hari.
Char sempat diamankan di sekolah karena bertingkah seperti orang depresi. Bahkan sekitar pukul 05.00 Wita, Char kabur dari sekolah dengan loncat ke atas tembok.
Sampai Char ditemukan terjebak di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 40 meter.
"Tadi pagi siswa ini kabur dari sekolah dengab loncat ke tembok. Ia mengigau akan ditikam oleh seseorang, seperti orang depresi," ujar guru asuh siswa tersebut.
Rasa Tanggung Jawab Guru Asuh
Rasa lega terlihat di wajah Wiriana setelah siswa asuhnya berhasil dievakuasi. Ia menghela napas sejenak, ia tak menyangka harus ikut turun ke dasar jurang sedalam 40 meter.
"Saya baru pertama kali turun ke jurang seperti ini. Awalnya kaget, karena ini pengalaman pertama saya," ungkap Wiriana.
Wiriana mengakui awalnya ia takut saat diminta untuk ikut turun ke dasar jurang sedalam 40 meter. Apalagi dirinya memiliki riwayat gangguan jantung.
Namun rasa tanggung jawab sebagai seorang guru asuh, membuat dirinya berani dan yakin untuk turun ke dasar jurang.
"Ini juga tanggungjawab saya. Saya lah orangtuanya selama bersekolah di sini (Klungkung). Saya harus berani," tegasnya.
Ketika dipakaikan alat pengaman, raut wajah Wiriana sempat tegang. Ia juga sempat berdoa dan tekad besar untuk bisa menolong anak asuhnya tersebut membuat rasa takutnya hilang.
"Saat turun tidak ada kesulitan bearti, karena saya juga didampingi oleh seorang tim Basarnas.Tadi saat proses evakuasi, justru yang agak sulit saat kembali naik keatas," jelasnya. (*)