Berita Buleleng

SELAMATKAN Rp 1,6 Miliar Dari Korupsi, Ini Penjelasan Kejari Buleleng

Sejak Januari hingga Juli 2022, Kejaksaan Negeri Buleleng bidang Pidana Khusus (Pidsus), telah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 1,6 miliar.

Ratu Ayu
Ratu Ayu Astri Desiani/ Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Rizal Syah Nyaman 

TRIBUN-BALI.COM - Sejak Januari hingga Juli 2022, Kejaksaan Negeri Buleleng bidang Pidana Khusus (Pidsus), telah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 1,6 miliar.

Uang tersebut berasal dari sejumlah tindak pidana korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Rizal Syah Nyaman, mengatakan pihaknya menerima pengembalian kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.622.692.933 sejak Januari hingga Juli 2022.

Uang tersebut didapatkan dari sejumlah perkara korupsi.

Diantaranya dari perkara kasus korupsi program Explore Buleleng dan Bimtek CHSE yang dilakukan oleh delapan pejabat Dispar Buleleng.

Serta perkara korupsi uang APBD, yang dilakukan oleh empat mantan anggota dewan pada 2003.

Namun uang pengganti kerugian negara yang ditimbulkan dari tindakan korupsi ini baru dikembalikan oleh keluarga terpidana beberapa bulan yang lalu.

Baca juga: DITOLAK! Penangguhan Penahanan Tersangka IWJ, Kasus Korupsi LPD Desa Adat Serangan

Baca juga: RUGIKAN NEGARA Rp 4,2 Miliar, Kejari Klungkung Kantongi Nama Tersangka LPD Bakas

Sejak Januari hingga Juli 2022, Kejaksaan Negeri Buleleng bidang Pidana Khusus (Pidsus), telah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 1,6 miliar.

Uang tersebut berasal dari sejumlah tindak pidana korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Rizal Syah Nyaman, mengatakan pihaknya menerima pengembalian kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.622.692.933 sejak Januari hingga Juli 2022.
Sejak Januari hingga Juli 2022, Kejaksaan Negeri Buleleng bidang Pidana Khusus (Pidsus), telah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 1,6 miliar. Uang tersebut berasal dari sejumlah tindak pidana korupsi. Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Rizal Syah Nyaman, mengatakan pihaknya menerima pengembalian kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.622.692.933 sejak Januari hingga Juli 2022. (Pixabay)

Rizal menyebut, uang sebesar Rp 1.6 miliar itu telah diserahkan oleh pihaknya ke kas negara.

Selain itu, Pidsus Kejari Buleleng juga saat ini sedang melakukan penyelidikan, terhadap empat perkara korupsi.

Diantaranya kasus LPD Anturan, LPD Tamblang, LPD Unggahan serta BUMDes Banjar Asem.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved