Human Interest Story

Inspirasi dari Buleleng: Punya Penyakit Step dan Disabilitas, Sulaka Tetap Semangat Cari Uang

pria asal Banjar Dinas Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng ini sejatinya tidak ingin hanya berpangku tangan, mengharapkan bantuan orang

Tribun Bali/Ratu Ayu
Gede Sulaka bersama neneknya, Senin (25/7). 

Sejak saat itu, keluarganya pun kini melarang Sulaka mencari daun kelapa kering.

Dahulu, Sulaka tinggal bersama nenek dan seorang kakak tirinya.

Ayahnya bernama Ketut Suwirsa (58) pergi merantau ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk bekerja di sebuah kebun jagung dan coklat.

Sementara ibunya, telah pulang ke rumah bajang (cerai) sejak Sulaka masih berusia 1 tahun.

Namun saat gempa dan tsunami terjadi di Palu pada 2018 lalu, Suwirsa memutuskan untuk pulang ke Buleleng. Sejak pulang ke Buleleng, Suwirsa lah yang kini menjadi tulang punggung keluarga.

Ia bekerja sebagai buruh bangunan, dengan penghasilan yang tidak menentu.

"Anak saya memang cacat sejak lahir. Dia juga punya penyakit step. Padahal dia orangnya rajin sekali. Setiap melihat pohon kelapa, kepingin saja ngambil daunnya yang kering. Liat buah juga begitu. Pikirannya selalu kepingin mencari uang. Tapi Sulaka sekarang tidak boleh lagi keluar jauh-jauh. Biar saya yang kerja nyari uang. Kasian, kalau jalan ke aspal, kakinya pasti luka karena tidak bisa pakai sandal" ucap Suwirsa saat ditemui, Senin 25 Juli 2022. 

Suwirsa menyebut, anak sejatinya pernah mendapatkan bantuan kursi roda. Namun tidak dapat digunakan, karena kondisi rumahnya tidak dirancang untuk lintasan kursi roda.

"Kalau ke kamar mandi bisa sendirian. Saya sudah bikinkan pancoran, karena dia tidak bisa memegang gayung. Kalau makan kadang disuap, kadang bisa makan sendiri asal pakai sendok. Piringnya juga harus berat, biar tidak bergeser," terangnya.

Sementara Kepala Dusun Tabang, Made Sawita mengatakan, Sulaka dan keluarganya memang tergolong kurang mampu.

Namun pemerintah desa telah memasukan keluarganya dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), agar bisa menerima bantuan dari Pemkab maupun Kemensos.

"Kalau Sulaka, dapat bantuan khusus penyandang disabilitas. Kalau neneknya, dapat bantuan PKH. Semua keluarganya juga sudah diberi bantuan KIS PBI APBN," katanya. (rtu)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved