Sport
Lomba Lari Hybrid Terbesar, Pocari Sweat Run Indonesia 2022 Diikuti 20 Ribu Pelari
Sebanyak 20.000 pelari yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, termasuk Bali berpartisipasi dalam Pocari Sweat Run Indonesia 2022 di Provinsi Jawa
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Sebanyak 20.000 pelari yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, termasuk Bali berpartisipasi dalam Pocari Sweat Run Indonesia 2022 di Provinsi Jawa Barat.
Pocari Sweat Run 2022 diadakan kembali dengan tetap membawa konsep yang inovatif di tengah normal baru ini.
Animo positif yang besar dari masyarakat telah terlihat sejak dibukanya pendaftaran.
Event lari ini memiliki visi untuk mengajak masyarakat tetap bergerak dan berkeringat serta menjalani pola hidup sehat.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati mengatakan tahun ini, sekitar 5.000 peserta berhasil membuat "Biru" Kota Bandung dan didukung juga oleh 13.601 peserta yang tersebar di 311 kota di seluruh Indonesia.
Kampanye #saferunning setiap tahunnya selalu konsisten digaungkan karena keselamatan para pelari adalah yang utama.
Baca juga: Menjamur di Klungkung, Satpol PP Berangus Puluhan Reklame Bodong
"Pocari Sweat Run 2022 ini merupakan ajang lari tahunan ke 9 dari tahun ke tahun, jumlah peserta lari POCARI SWEAT RUN INDONESIA selalu meningkat yang mengindikasikan semakin banyak masyarakat Indonesia yang tergerak untuk selalu bergerak aktif dan menjalani pola hidup yang lebih sehat," ucap Wina dalam keterangannya pada Minggu 24 Juli 2022.
Secara protokol kesehatan, kegiatan lari ini mengikuti aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Satgas COVID-19.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang turut berlari mengaku mendukung kegiatan lari dengan skala offline yang lebih besar dari tahun lalu.
Menurut dia, kegiatan ini berdampak baik terhadap perekonomian di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung.
"Saya menyaksikan langsung inovasi yang terus dilakukan sehingga Pocari Sweat Run bisa terus menciptakan standar baru bagi event-event olahraga di Indonesia," tutur dia.
Sejalan dengan visi misi perusahaan Otsuka untuk selalu inovatif dalam memberikan manfaat untuk masyarakat dunia, Wina menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya mengusung konsep Run for Blue Planet.
"Demi membawa perubahan untuk lingkungan yang lebih baik dengan kegiatan edukasi untuk melakukan pemilihan sampah kepada para pelari," kata dia.
Mengenai konsep Run for Blue Planet, Co-founder Narasi, Najwa Shihab menuturkan, melalui kegiatan ini Narasi bersama Rekosistem menargetkan memilah dan mendaur ulang sampah dengan total target 600 Kilogram sampah di Bandung.
Baca juga: BREAKING NEWS: Terbukti Korupsi Pengadaan Masker, Eks Kadinsos Karangasem Divonis 1,5 Tahun Penjara
“Hari ini saya berlari 10 km dan saya menyaksikan sendiri pelari diajak untuk memilah sampah sejak sebelum start sampai finish. Kami dari Narasi juga sangat mendukung gerakan seperti ini. Saya berharap gerakan peduli lingkungan ini bisa berkontribusi untuk membawa perubahan dan pelari bisa menginspirasi orang-orang di sekitarnya,” ungkap dia