Berita Denpasar

KELAHI BERDARAH di Denpasar, 2 Pelaku Residivis Narkoba dan Kekerasan Keroyok Mahasiswa

Dan tanpa diketahui korban, datanglah 3 orang yakni para pelaku berbadan besar dan langsung mengeroyok korban. Korban terluka parah dan dibawa ke RS.

Honey
Kronologi kejadian perkelahian berdarah ini, berawal pada hari Minggu tanggal 31 Juli 2022. Sekitar pukul 01.00 WITA, terjadi kesalahpahaman antara korban dengan pengunjung lain yang korban tidak kenal. Kemudian mereka dipisahkan oleh teman korban dan security di TKP. Namun beberapa saat kemudian, terjadi lagi keributan antara korban dengan orang yang tidak dikenal. Dan tanpa diketahui korban, datanglah 3 orang yakni para pelaku berbadan besar dan langsung mengeroyok korban. Mereka menusuk korban di bagian tangan, pundak, perut, dada sebelah kanan, dan punggung. Kejadian perkelahian berdarah itu, mengakibatkan korban terluka parah. 

Kejadian perkelahian berdarah itu, mengakibatkan korban terluka parah.

Kronologi kejadian perkelahian berdarah ini, berawal pada hari Minggu tanggal 31 Juli 2022.

Sekitar pukul 01.00 WITA, terjadi kesalahpahaman antara korban dengan pengunjung lain yang korban tidak kenal.

Kemudian mereka dipisahkan oleh teman korban dan security di TKP.

Namun beberapa saat kemudian, terjadi lagi keributan antara korban dengan orang yang tidak dikenal.

Dan tanpa diketahui korban, datanglah 3 orang yakni para pelaku berbadan besar dan langsung mengeroyok korban.

Mereka menusuk korban di bagian tangan, pundak, perut, dada sebelah kanan, dan punggung.

Kejadian perkelahian berdarah itu, mengakibatkan korban terluka parah.
Kronologi kejadian perkelahian berdarah ini, berawal pada hari Minggu tanggal 31 Juli 2022. Sekitar pukul 01.00 WITA, terjadi kesalahpahaman antara korban dengan pengunjung lain yang korban tidak kenal. Kemudian mereka dipisahkan oleh teman korban dan security di TKP. Namun beberapa saat kemudian, terjadi lagi keributan antara korban dengan orang yang tidak dikenal. Dan tanpa diketahui korban, datanglah 3 orang yakni para pelaku berbadan besar dan langsung mengeroyok korban. Mereka menusuk korban di bagian tangan, pundak, perut, dada sebelah kanan, dan punggung. Kejadian perkelahian berdarah itu, mengakibatkan korban terluka parah. (Honey)

Hasil interogasi pelaku, menerangkan bahwa pelaku berinisial AAMNSW (34) memukul dan menusuk korban dengan sebuah pisau.

Lalu pelaku AANAW (23) menendang dan memukul korban.

Kemudian pelaku IGNAKP (35) memukul dan melempar korban dengan menggunakan kursi.

Saat itu korban pun langsung dilarikan ke RS Puri Raharja Denpasar.

Berdasarkan laporan polisi, Resmob Polresta Denpasar dipimpin Kanit 1 didampingi Kasubnit 1 Jatanras.

Kemudian melakukan penyelidikan, dan mendapatkan informasi terkait yang diduga pelaku berada di sekitar Jalan Pulau Saelus Denpasar Selatan dan di Gatsu Tengah.

Tragedi perkelahian berdarah, terjadi di sebuah basement.

Tepatnya di sebuah bar dan resto, Jalan Veteran Denpasar Utara.

Kejadian pengeroyokan ini, terjadi pada Minggu, 31 Juli 2022 pukul 01.00 WITA.

Terdapat 3 orang pelaku, yakni AAMNSW (34).

AANAW (23) dan IGNAKP (35).

Parahnya, dua diantara pelaku, adalah residivis terkait kasus kekerasan dan narkoba.

Sementara satu pelaku lainnya, merupakan anggota Ormas di Bali.

Sedangakn korban berinisial IGNAA (22) dan merupakan seorang mahasiswa.
Tragedi perkelahian berdarah, terjadi di sebuah basement. Tepatnya di sebuah bar dan resto, Jalan Veteran Denpasar Utara. Kejadian pengeroyokan ini, terjadi pada Minggu, 31 Juli 2022 pukul 01.00 WITA. Terdapat 3 orang pelaku, yakni AAMNSW (34). AANAW (23) dan IGNAKP (35). Parahnya, dua diantara pelaku, adalah residivis terkait kasus kekerasan dan narkoba. Sementara satu pelaku lainnya, merupakan anggota Ormas di Bali. Sedangakn korban berinisial IGNAA (22) dan merupakan seorang mahasiswa. (Honey)

Dengan adanya informasi tersebut, Team Resmob Polresta Denpasar kemudian menuju alamat tersebut.

Kemudian pada tanggal 31 Juli 2022 sekitar pukul 13.00 WITA, kepolisian berhasil mengamankan pelaku.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti, dibawa ke Polresta Denpasar untuk proses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Terdapat 3 barang bukti, yakni senjata tajam jenis pisau, kursi yang dilemparkan oleh pelaku ke korban.

Serta baju kaos yang digunakan pelaku, dengan noda darah.

Para pelaku akan dikenakan Pasal 170 Ayat (2) ke 2 KUHP.

Yang barbunyi barang siapa dengan terang-terangan, dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang.

Jika kekerasan mengakibatkan luka berat, dengan penjara paling lama sembilan tahun.

Pasal 351 ayat (2) KUHP, perbuatan penganiayaan yang mengakibatkan luka-luka berat.

Dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved