MotoGP
Pengamat MotoGP Sebut Davide Brivio, Honda Butuh Tangan Dingin Jika Ingin Menang
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, merasa bahwa mantan manajer Valentino Rossi yakni Davide Brivio menjadi sosok yang pas untuk menyelamatkan Honda.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kabar MotoGP hari ini, Davide Brivio sosok yang bisa dimiliki Honda dan menjadi penyelamat Honda kedepannya.
Mantan manajer Valentino Rossi itu diyakini bisa membawa Honda kembali ke jayanya meskipun diterpa berbagai rintangan.
Beberapa pengamat merasa jika Davide Brivio bisa diandalkan dan menjadi sosok yang bisa diandalkan.
Baca juga: Ujian Sang Pemuncak Klasemen MotoGP 2022, Quartararo Harus Bisa Lewati Sikuit Silverstone
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, merasa bahwa mantan manajer Valentino Rossi yakni Davide Brivio menjadi sosok yang pas untuk menyelamatkan Honda.
Honda mengalami situasi yang sulit untuk bisa tampil kompetitif di kelas utama MotoGP sejak Marc Marquez mengalami kecelakaan fatal pada seri pembuka musim 2020.
Dengan kondisi itu, Honda mengambil langkah berbeda dalam pengembangan motor RC213V mereka di musim selanjutnya.
Pengembangan yang tidak terlalu bertumpu kepada Marc Marquez awalnya dinilai sebagai sesuatu yang brilian hingga Honda menjalani musim berat lainnya pada MotoGP 2022 ini.
Baca juga: Johann Zarco Yakin Salip Quartararo di MotoGP, Modal Kemenangan dan Tampil Konsisten
Sempat dianggap sudah berada di jalur yang tepat pada awal musim ini, pabrikan asal Tokyo Jepang tersebut justru berada dalam situasi yang lebih rumit.
Para penunggang RC213V tidak bisa berbuat apa-apa untuk bersaing di baris depan hingga paruh pertama MotoGP 2022 berakhir.
Aura suram itu kian bertambah tatkala Repsol Honda harus kembali kehilangan Marc Marquez di tengah kompetisi yang naik meja operasi untuk keempat kali.
Terlepas dari hilangnya Baby Alien, pengembangan RC213V dinilai telah salah arah dan membuat para pasukan Honda kewalahan.
Baca juga: Masih Ada 9 Sirkuit Lagi, Fabio Quartararo Masih Menjadi Pemuncak Klasemen MotoGP
Hal itulah yang ada dalam benak pengamat MotoGP kondang, Carlo Pernat di mana dia merasa motor Honda menjadi motor terburuk pada musim ini.
“Ini adalah situasi yang kacau, Honda adalah motor paling buruk di lintasan,” ucap Carlo Pernat, dilansir BolaSport.com dari laman Motosan.
Lebih lanjut, pria asal Italia tersebut merasa Honda terutama tim pabrikan mereka Repsol Honda perlu melakukan pembenahan.
Pembenahan ini menjadi langkah utama penyelamatan Honda, dan yang harus dilakukan adalah mengganti Alberto Puig dengan sosok yang lebih mumpuni.
